Satpol PP DKI Tutup 5 Warung dan Warung

Lima kafe dan warung makan ditemukan buka melewati jam operasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satpol PP DKI Jakarta menutup lima kafe dan warung makan yang kedapatan buka melewati jam operasional dan ramai pengunjung pada Sabtu (19/6) malam hingga Minggu (20/6). ) dini hari. Salah satu kafe diketahui telah mencoba mengelabui petugas dengan sejumlah trik.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan kelima tempat tersebut dikenai sanksi penutupan 3 x 24 jam. Sanksi diberikan untuk pelanggaran yang berbeda.

Loret Coffe di Tebet dan Haje Coffe di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan divonis tutup karena kedapatan buka melewati batas jam operasional pukul 21.00 WIB. Pengunjung di dua kedai kopi itu juga melebihi kapasitas 50 persen.

Sementara itu, angkringan di Tebet dan warung pecel lele di Kramat Pela, Jakarta Selatan, terpaksa ditutup karena ramainya pengunjung. “Konsumennya ramai sekali,” kata Arfin saat dikonfirmasi Republik, Minggu.

Yang terakhir diberi sanksi adalah Dapur Harmoni di Gambir, Jakarta Pusat. Tempat ini melanggar aturan kapasitas 50 persen, ramai, dan buka di luar jam operasional.

Di Harmoni’s Kitchen-lah manajer berhasil mengelabui petugas. Mereka mengunci akses agar tampak seolah-olah tidak ada aktivitas. Hal itu terlihat dalam video yang diunggah ke akun Instagram Satpol PP DKI Jakarta.

Puluhan petugas juga tidak bisa masuk ke lokasi pada Minggu pukul 00.46 WIB. Setelah menunggu beberapa menit, petugas akhirnya masuk dan menemukan anak-anak muda berkerumun di dalam.

Arifin mengatakan, kafe itu menggelar tontonan bersama pertandingan sepak bola EURO. Untuk mengelabui petugas, pengelola meminta seseorang mengunci pintu masuk dari luar. Kemudian lampu kafe juga dimatikan dan tidak ada kendaraan yang terparkir di depannya.

“Tapi aktivitasnya sangat luas di dalam. Lebih dari 100 orang,” kata Arifin dalam video yang dikonfirmasi Republika.

Kerumunan pengunjung pun langsung dibubarkan petugas. Sementara itu, pengelola Dapur Harmoni, kata Arifin, divonis kurungan 3 x 24 jam dan denda.

“Kami juga akan memanggil pengelola untuk memeriksa dokumen perizinan. Jika tidak ada izin, kami akan menutupnya secara permanen,” kata Arifin masih dalam video.

Saat dikonfirmasi, Arifin mengatakan pihaknya belum menentukan besaran denda yang dikenakan kepada pengelola. “Denda maksimal Rp 50 juta. Besarannya nanti PPNS (Penyidik ​​Pegawai Negeri Sipil) Satpol PP DKI yang akan menentukan,” katanya.

Satpol PP DKI, Polri, TNI kembali gencar melakukan operasi peradilan akibat lonjakan kasus Covid-19 di ibu kota. Dalam tiga hari terakhir saja, peningkatan kasus baru selalu di atas empat ribu per hari. Kemarin, Sabtu (19/6), menjadi kasus harian tertinggi selama pandemi yang melanda Jakarta, dengan 4.895 orang positif.



https://www.republika.co.id/berita/quzzfl335/satpol-pp-dki-tutup-5-kafe-dan-warung