Satpol PP DKI Tutup Bar Ini Karena Melanggar PPKM Mikro

Bar di Penjaringan, Jakarta Utara, melanggar batas jam operasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menutup dan mendenda Tipsy Monkey Bar karena berulang kali melanggar aturan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM). Bar di Penjaringan, Jakarta Utara, melanggar jam operasional kafe, restoran, dan tempat makan saat petugas Satpol PP DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menggelar patroli pengawasan terhadap PPKM Mikro di Jakarta Utara, Sabtu (26/6) malam.

“Tempat ini sudah berulang kali melakukan pelanggaran, karena sebelumnya sudah melanggar protokol kesehatan. Sekarang lakukan lagi,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin dalam postingan di akun media sosial Satpol PP DKI di Jakarta, Minggu (27/6). ).

Atas pelanggaran tersebut, Satpol PP memberikan sanksi penutupan. “Kemudian dikenakan denda juga,” katanya.

Berdasarkan aturan PPKM Mikro dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 796 Tahun 2021 yang ditandatangani Anies Baswedan pada Senin 21 Juni 2021, kegiatan makan di restoran, kafe, dan restoran dibatasi hingga pukul 20.00 WIB dan kapasitas maksimal 25 persen. Peraturan tersebut berlaku selama 14 hari terhitung sejak 22 Juni 2021 hingga 5 Juli 2021.

“Namun pada kenyataannya, kami menemukan lebih dari sejumlah orang di dalam, yang masih aktif di luar jam operasional yang ditetapkan,” kata Arifin.

Ia menambahkan, awalnya petugas tidak menduga adanya aktivitas padat seperti itu di tempat itu. “Dari luar sepertinya tidak ada aktivitas, tapi di dalam mereka santai menikmati aktivitas sore sambil minum-minum,” kata Arifin.

Dalam PPKM Mikro, Satpol PP DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya rutin menggelar razia serupa di enam kabupaten/kota di wilayah DKI Jakarta. Razia dilakukan pada malam hari mulai pukul 20.00 hingga 24.00 WIB.

“Ya malamnya kami melakukan kegiatan monitoring terhadap pelaksanaan PPKM Mikro yang ada. Kemudian nanti terkait pemeriksaan (dugaan tindak pidana) dari teman-teman Polda Metro Jaya, terkait adanya narkoba nanti dari Polda Metro Jaya,” kata Arifin.

Asisten Unit 1 Subdirektorat 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Inspektur Dua Sehatma Manik mengatakan, saat penggerebekan bersama, personel polisi awalnya tidak bisa masuk ke Tipsy Monkey Bar karena pintu luar terkunci. Dari luar bar terlihat sepi, seolah tidak berpenghuni, tidak ada tempat parkir kendaraan dan lampu tampak padam, namun petugas tidak mau beranjak dari tempat tersebut.

“Kami mengawasi dan menunggu. Ternyata setelah kami menunggu lama, di luar tampak tertutup tetapi di dalam (lantai dasar) ada beberapa orang, lalu di lantai dua, banyak orang,” kata Manik.

Petugas datang untuk memeriksa. Ada dua pemeriksaan yang dilakukan, pertama, pemeriksaan kesehatan berupa tes swab antigen kepada pengunjung.

Kedua, tes urine untuk menangkap sejumlah tersangka penyalahguna narkoba untuk penyidikan lebih lanjut di Polda Metro Jaya. “Antigen diberikan kepada pengunjung untuk melihat apakah mereka sehat atau tidak terinfeksi COVID-19. Kami juga melakukan tes urin dan kami menemukan empat orang positif narkoba, kemudian kami periksa lebih lanjut,” kata Manik.

sumber : Antara



https://www.republika.co.id/berita/qvd1f4428/satpol-pp-dki-tutup-bar-ini-karena-langgar-ppkm-mikro