Satpol PP Kota Madiun Susun Baliho Melanggar Perda

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun, Jawa Timur, menertibkan sejumlah baliho bermasalah di wilayah kerjanya yang melanggar peraturan daerah. “Ini kegiatan rutin dalam upaya penegakan aturan untuk menertibkan pelanggaran reklame. Dalam kesempatan ini ada 18 reklame yang melanggar aturan,” kata Kepala Satpol PP dan Kota Damkar Madiun Sunardi Nurcahyono, di Madiun, Rabu (26/9). 5).

Menurutnya, reklame tersebut melanggar aturan yang diatur, karena berbagai alasan, seperti reklame yang tidak berizin, sudah kadaluwarsa, atau tidak dipasang di tempatnya. Satpol PP Madiun mengatakan, belasan baliho bermasalah itu dipesan di tiga titik di Kota Madiun, yakni di Jalan Serayu, Simpang Empat Te’an, dan Simpang Gajah-Gajah.

Sunardi mengatakan, untuk menertibkan pelanggaran reklame, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu terkait perizinan. Petugas kemudian berkeliling untuk memastikan baliho yang memang sudah melewati masa perizinan.

Pemilik iklan juga diberikan surat pemberitahuan untuk menertibkannya secara mandiri. Jika itu tidak dilakukan, maka reklame harus ditertibkan oleh petugas.

“Jadi tidak asal tertib. Ada data yang jelas dan dimulai dengan pemantauan terlebih dahulu. Pemiliknya juga kami beri surat pemberitahuan,” ujarnya.

Sunardi mengimbau kepada pemilik reklame agar mengikuti aturan, yaitu reklame harus memiliki izin dan berada pada tempatnya. Namun, diakuinya, masih banyak pemilik reklame yang tidak patuh.

Selain tidak mengurus perizinan, ada juga yang menaruhnya di pohon dan tempat lain yang jelas melanggar aturan dan mengganggu keindahan. Sunardi menegaskan, tidak ada toleransi untuk pemasangan baliho tersebut.

“Iklan itu salah satu sumber pendapatan daerah. Tapi harus sesuai aturan,” ujarnya.

https://repjogja.republika.co.id/berita/qtppoc428/satpol-pp-kota-madiun-tertibkan-reklame-langgar-perda