Satpol PP Kota Surakarta Tindak Tegas Warga Yang Menyalakan Petasan

    Satpol PP telah mengamankan dan memberikan pembinaan kepada 27 anak.

    REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta menindak tegas warga yang menyalakan petasan selama bulan Ramadhan. Pasalnya, situasi saat ini masih di tengah pandemi Covid-19.

    “Terkait petasan kemarin kami mengamankan 27 anak untuk pembinaan, dan orang tua juga dipanggil,” kata Kepala Satpol PP Surakarta Arif Darmawan, di Solo, Senin (19/4).

    Ia mengatakan anak-anak yang ditangkap tinggal di beberapa daerah, antara lain Karangasem, Mojosongo, dan Gandekan. Ia mengatakan petasan yang dinyalakan oleh anak-anak adalah petasan rakitan yang mereka buat sendiri.

    Meski demikian, Satpol PP terus melakukan pencarian terhadap para penjual kembang api dan petasan. “Namun, dari hasil sweeping ini, sebagian besar kembang api laku. Namun, patroli masyarakat terus kami tingkatkan,” ujarnya.

    Ia pun mendapat keluhan dari masyarakat terkait aktivitas menyalakan petasan tersebut. Menurut dia, Satpol PP akan segera turun ke lokasi asalkan pelapor memiliki barang bukti seperti foto atau video.

    Sementara itu juga dilakukan pengemis, gelandangan dan pengungsi (PGOT) yang biasanya datang ke tempat takjil dan pembagian sedekah di bulan Ramadhan. “Biasanya mereka datang di sepuluh hari kedua bulan Ramadhan, rombongan dari luar kota masuk ke kota Solo. Kami sudah antisipasi di kos-kosan agar tidak disinggahi para pemburu tersebut,” ujarnya.

    Untuk kelompok POGT, di setiap pemesanan sekitar 10-20 orang diamankan dalam satu hari. Terkait sedekah, pihaknya meminta agar disalurkan melalui lembaga resmi, seperti Lazis.

    sumber: Antara




    Source