Satpol PP Surabaya Bantah Penebangan Pilih Tempat Usaha Aksi

    Sebelumnya, Satpol PP dikritik karena terkesan hanya bersikap tegas terhadap PKL.

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya membantah tebang pilih dalam menindak pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan berupa jam operasional yang harus ditutup pada pukul 22.00 WIB selama pandemi. “Tidak ada perlakuan yang berbeda untuk semua tempat usaha, baik berupa RHU (rekreasi hiburan umum), restoran, supermarket, pedagang kaki lima (pejalan kaki) dan lain-lain,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Eddy Christijanto di Surabaya, Senin (21/6).

    Pernyataan Eddy itu menanggapi komentar Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mahfudz, bahwa selama ini Satpol PP tampaknya hanya tegas terhadap PKL yang tutup setelah pukul 22.00 WIB, namun tidak dengan RHU. Menurutnya, PKL dan pelaku usaha lainnya wajib mematuhi jam operasional sesuai Perwali 67 Tahun 2020.

    Hal ini, lanjutnya, untuk mengantisipasi pencegahan varian baru COVID-19 dari India, yakni varian Delta yang telah ditemukan di kawasan Kota Surabaya. “Tolong bantu seluruh elemen masyarakat Kota Surabaya untuk membantu mencegah upaya di sisi hulu,” ujarnya.

    Bahkan, Satpol PP Surabaya telah mengeluarkan surat edaran No. 300/3122/436.7.22/2021 yang ditujukan kepada seluruh PKL di Surabaya untuk menutup usahanya pada pukul 22.00 WIB. Saat ditanya kenapa surat edaran itu hanya berlaku untuk PKL dan tidak untuk RHU? Eddy menjelaskan, untuk RHU sudah ada pakta integritas antara pengusaha RHU dengan Gugus Tugas Covid-19 sebelum mulai beroperasi di masa pandemi COVID-19.

    Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz sebelumnya mengatakan, selama ini Satpol PP tampaknya hanya fokus menertibkan PKL yang melanggar jam operasional, sedangkan RHU tidak diawasi secara ketat. Padahal jika dicermati, kemungkinan banyak RHU yang melanggar jam operasional.

    Mahfudz berpesan kepada Satpol PP agar surat pemberitahuan itu tidak hanya untuk PKL, tetapi juga untuk RHU. “Jangan sampai tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Segala upaya yang sifatnya besar juga harus ditegakkan, itu namanya adil,” kata Mahfudz.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/qv18sz428/satpol-pp-surabaya-bantah-tebang-pilih-tindak-tempat-usaha