SBY disebut sebagai Paten Demokrat Menggunakan Perusahaan Kosmetik

    Max Sopacua mengatakan, upaya mematenkan Demokrat akan digugat kubu KLB.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Max Sopacua merasa kesal dengan upaya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai ingin mematenkan Partai Demokrat. sendiri. Max mengungkapkan, SBY tengah berupaya mematenkan merek Partai Demokrat menggunakan perusahaan kosmetik.

    Max menuturkan, langkah SBY dilakukan secara diam-diam. Max menduga kubu Cikeas sengaja meramaikan isu lain demi kelancaran hak paten merek Demokrat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

    “Kenapa diam-diam? Sengaja kami angkat masalah lain agar kami berdebat. Termasuk urusan pengadilan. Itu untuk mengaburkan pikiran orang,” kata Max kepada Republika, Jumat (9/4).

    Max memperoleh informasi, upaya paten merek dan logo Partai Demokrat dilakukan SBY melalui perusahaan kosmetik. Kabar ini tentu membuat Max kaget karena perusahaan kosmetik tidak ada sangkut pautnya dengan Demokrat. Sayangnya, Max enggan menyebutkan nama perusahaan yang dia maksud.

    “Terdaftar PT yang disinyalir perusahaan kosmetik, kita belum tahu siapa pemiliknya, apakah SBY punya keluarga atau tidak. Tapi ini tidak ada kaitannya dengan PT Cosmetics, kok mendaftar parpol untuk kepemilikan SBY,” kata mantan. anggota DPR RI.

    Max mengatakan, dosa SBY yang ingin mematenkan Demokrat untuk dirinya sendiri benar-benar tidak bisa dimaafkan. Ia dan para pendiri Partai Demokrat berencana menggugat SBY dalam waktu dekat. Menurut versi KLB Demokrat, SBY sebelumnya salah dengan menyangkal 99 orang yang mendirikan Demokrat.

    “Mengganti 99 nama pendiri mungkin tidak terlalu berdosa daripada mendaftar ke pengadilan sebagai pemilik tunggal partai Demokrat,” kata Max.

    Max menuturkan, pada masa-masa awal Partai Demokrat, SBY hanya berstatus anggota. Max menilai SBY telah berubah menjadi manusia yang semakin rakus.

    “Di mana dia (SBY) untuk Partai Demokrat? 6 Maret 2003, katanya tidak berambisi ke Partai Demokrat, katanya sama Bu Mega. 7 April, dia muncul di rapat koordinasi Demokrat menyatakan dia ingin menjadi anggota. Sekarang dia mendaftar sebagai pemilik tunggal. ” Disebut apakah itu? Serakah? Sangat serakah? Atau apa itu. Mengambil hak orang banyak, yang bukan hak mereka, “pungkas Max.

    Republika berusaha meminta klarifikasi kubu Cikeas terkait kabar ini. Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokratik (Bakomstra) Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pihaknya memilih tidak menanggapi tudingan Demokrat terkait KLB.

    Sebelumnya, pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntung, mengaku punya bukti SBY mendaftarkan merek Demokrat atas nama pribadinya. Ia mengatakan, pendaftaran dilakukan SBY pada 19 Maret lalu. Namun, pemerintah belum mengeluarkan pengesahan atas permintaan SBY.

    “Saya heran kok Partai Demokrat itu milik SBY. Ini kan terdaftar di HKI Kementerian Hukum dan HAM. Untung belum keluar. Kami akan segera bantah gugatan SBY karena sangat merugikan,” ucapnya. Hengky kepada Republika, Jumat (9/4).




    Source