SDN Manggarai 03 Ditutup Jika Siswa Didapati Positif Covid

    Selama penutupan sekolah, disinfektan akan disemprotkan.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – SD Negeri Manggarai 03 di Tebet, Jakarta Selatan akan ditutup selama tiga hari jika ditemukan guru atau siswa yang positif Covid-19, mengikuti program uji coba sekolah tatap muka di sekolah. “Kalau ditemukan positif, kami tutup sementara selama tiga hari,” kata Kepala Sekolah SDN Manggarai 03 Sri Kadarti di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (9/4).

    Menurut dia, selama penutupan sekolah, disinfektan akan disemprotkan ke seluruh desa atau kecamatan. Namun, dia berharap kasus positif akibat virus SARS CoV-2 tidak muncul dalam uji coba tatap muka sekolah. Hal tersebut, lanjutnya, karena para siswa telah menerapkan tata tertib kesehatan dengan melengkapi diri dengan masker dan sanitasi tangan.

    Tidak hanya itu, lanjutnya, sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, siswa baru diperbolehkan masuk kelas jika sudah mendapat persetujuan orang tua. Sementara itu, selama di sekolah, pihaknya juga telah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari mengukur suhu tubuh hingga mengarahkan siswa untuk mencuci tangan dan menggunakan masker.

    Mereka juga dilarang keluar kelas untuk menghindari keramaian dan tidak diperbolehkan makan selama masa uji coba sekolah.

    Di sekolah yang terletak di Jalan Manggarai Utara V Nomor 6 ini, jumlah siswa dari kelas I hingga VI mencapai 278 orang. Namun hanya kelas IV, V dan VI yang dapat mengikuti sekolah tatap muka yang diadakan secara bergantian seminggu sekali, pada hari Senin, Rabu dan Jumat dengan jumlah siswa 106.

    Setiap kelas diisi oleh sekitar 10-12 siswa yang menerapkan standar dan protokol kesehatan. Setiap selasa, kamis dan sabtu setiap kelas akan dibersihkan dan disemprot dengan disinfektan.

    Sebelumnya, Plt Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan, sekolah harus ditutup jika ada siswa dan guru yang dinyatakan positif Covid-19 selama uji coba hingga 29 April 2021. “Ini kan uji coba. Harapannya nanti ada Tidak ada kasus Covid-19 saat anak-anak mulai belajar, jadi wali kelas benar-benar menyeleksi anak-anak. Mereka akan dilacak termasuk mengundang ke Puskesmas, ”ujarnya saat meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di SMKN 15 Jakarta. , Rabu (7/4).

    sumber: Antara




    Source