Sebuah masjid akan dibangun di dekat Gereja Kwara Nigeria

    Otoritas Kwara Nigeria telah menarik persetujuannya untuk membangun masjid

    REPUBLIKA.CO.ID, ILORIN – Otoritas Perencanaan Fisik Negara (KPPA) Kwara telah melepaskan tangannya dari pemberian persetujuan pembangunan Masjid Pusat di sebelah Keuskupan Katolik di sekitar pertigaan Tanke di Kota Ilorin.

    Demikian disampaikan Manajer Umum KPPA, Sikiru Oyinloye, Sabtu (17/4) dalam jumpa pers di Ilorin. Ia membantah keterlibatan badan tersebut dalam pembangunan Masjid Pusat Memorial Ummul Khairah di kawasan tersebut.

    Dia mengatakan, pemilik masjid dan gereja memiliki kesepakatan bersama bahwa kedua pusat ibadah itu harus beroperasi berdampingan. Melaporkan dari halaman Wali, Minggu (18/4).

    Manajer umum menjelaskan bahwa persetujuan awal yang diberikan kepada pemilik masjid adalah untuk mal sebelum diubah menjadi masjid. Menurutnya, ada pedoman yang harus dipatuhi sebelum persetujuan pembangunan rumah ibadah bisa diberikan.

    Ia mengatakan, kedua pihak kemudian mendatangi kantor KPPA untuk menginformasikan bahwa nota kesepahaman telah tercapai. Bahwa kedua pusat peribadatan itu harus dibiarkan hidup berdampingan tanpa ada hambatan dari kedua belah pihak.

    Sementara itu, manajer umum mengumumkan bahwa KPPA telah memulai pembongkaran besar-besaran gedung-gedung ilegal di negara bagian itu.

    Dia mengatakan toko-toko di dua lokasi berbeda di Jalan Takdir dan Jalur Sabo Bawah, keduanya di kota metropolitan Ilorin, telah dibongkar karena mendapat sertifikat hunian sementara (CTO).

    Menurut Oyinloye, CTO menyiratkan bahwa bangunan atau toko semacam itu dapat dihancurkan kapan saja oleh pihak berwenang setelah memberi pemberitahuan tujuh hari kepada penghuninya untuk dikosongkan.

    “Karena saat diberikan dokumen CTO oleh Kementerian Perumahan dan Pembangunan Kota Kwara, mereka juga diberi prototipe apa yang akan dibangun,” jelasnya.

    “Semua pemilik tanah wajib mendatangi KPPA untuk meminta nasihat sebelum membangun bangunan apa pun di tanah mereka,” katanya.

    Dia mengatakan toko-toko yang terkena dampak sebelumnya telah ditandai untuk dibongkar, dengan mengatakan bahwa toko-toko itu dibangun di tempat-tempat yang disediakan pemerintah untuk tiang listrik, jalan yang macet, jalan setapak, dan penggunaan umum lainnya.

    Oyinloye juga meminta dukungan dari media untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya yang terkait dengan pembangunan ilegal, memperingatkan bahwa pembongkaran bangunan ilegal terus berlanjut.

    Sumber: wali




    Source