Selingkuh, KDRT Hiasi Pandemi

Sumbawa Besar, Gaung NTB

-Febi (bukan nama sebenarnya) seorang ASN tidak pernah menyangka, rencana suami mengajaknya tinggal dirumah mertua karena lebih aman dari penyebaran Covid 19 beberapa waktu lalu, malah berujung penghianatan.   

Selang sehari setelah kumpul dengan keluarga di rumah mertua, sang suami pamit kerja, namun tak kembali juga hingga ia memilih mengadu ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumbawa.

“Saat pandemi Covid 19, kasus pengaduan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sumbawa lebih banyak disebabkan faktor perselingkuhan” Ini diungkapkan Sekretaris dan advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa Fatriatulrahma SPd kepada Gaung NTB selasa (22/9).

Menurutnya, kasus Febi diatas sudah dilakukan mediasi dan terungkap penyebab suami meninggalkannya selama beberapa hari karena selingkuh.

Disebutkan, kasus KDRT memang dilema karena sang istri kasihan pada suami padahal sudah buat laporan polisi seringkali penyidik direpotkan dengan administrasi ketika sang istri ingin mencabut laporang sehingga biasanya diarahkan terlebih dahulu untuk buat pengaduan saja.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumbawa melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aipda Arifin Setyoko saat ditemui Gaung NTB kemarin menyampaikan kasus kekerasan seksual di Sumbawa saat pandemi ini masih landai, ketika ada kasus maka diarahkan untuk mediasi dan damai karena pertimbangan masa depan anak dan prioritas masa depan rumah tangga mereka.

“Ada kasusnya cuma tidak mencolok, paling ada yang dipukul dikit berbekas dengan lebam, pihak keluarga sendri tidak ambil tindakan hukum, kami selesaikan dengan mediasi agar keluarganya tidak rusak” pungkas Arifin. (Gks)      

Tags: KDRTselingkuh