Seluruh Aset Milik Nyonya Lussy Disita Pengadilan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah sekian lama menjalani proses persidangan, antara pihak Bank BRI dengan Nyonya Lusi pemilik Toko Harapan Baru. Akhirnya pihak Bank BRI memenangkan kasus hutang piutang di Pengadilan Mahkamah Agung, dimana Hakim memutuskan bahwa seluruh aset milik Nyonya Lusi disita lantaran telah dinyatakan Pailid oleh pihak bank.
Sebelum melakukan eksekusi penyitaan, sekitar Pukul 09.00 wita terlihat sejumlah aparat kepolisian sudah mulai berkumpul di lokasi. Baru kemudian setelah pukul 10.00 tim eksekusi juru sita mendatangi lokasi bersama dengan aparat kepolisian. Adapun yang menyaksikan eksekusi tersebut dari pihak camat, kelurahan dan RT setempat. Sebelum melakukan penyitaan, tim juru sita dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Surabaya membacakan putusan penyitaan terhadap sejumlah aset yang bergerak maupun tidak bergerak milik Nyonya Lusi dan setelah membacakan putusan tersebut, tim jurusita menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada kurator.
Saat kurator mulai melakukan penyitaan, nampak terlihat ada perlawanan yang dilakukan oleh pihak yang tergugat. Bahkan setelah itu, suasana semakin panas setelah anak tergugat tiba di lokasi. Hampir saja terjadi baku pukul antara kurator dengan pihak tergugat, beruntung pihak kepolisian sigap dan menenangkan kedua belah pihak. Akhirnya proses penyitaan berjalan lancar, Kamis (23/11).
Juru sita, Djoko Soebagyo, SH kepada wartawan menyampaikan, eksekusi tersebut merupakan perkara ke-pailit-an. Dimana penyegelan yang dilakukan sesuai dengan keputusan Majelis Hakim pada Pengadilan Niaga Surabaya.
“Jadi penetapan keputusannya melalui MA yang sudah mempunyai hukum tetap dan kami sebagai juru sita dari Pengadilan Niaga Surabaya melakukan penyegalan, setelah itu diserahkan ke kuraktor,” ujarnya.
Djoko Soebagyo memaparkan sejumlah aset yang akan disita yakni meliputi 7 harta tidak bergerak seperti Sertifikat Hak Milik sebanyak 4 lokasi di Kelurahan Brang Bara, 1 lokasi di Kelurahan Kerato, Kecamatan Unter Iwes serta sertifikat yang berlokasi di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Sumbawa 2 lokasi.
Kemudian untuk benda bergerak sebanyak 3 item yakni, persediaan barang dagangan toko bangunan Harapan Baru di Jalan Kartini No 33 Sumbawa, persedian barang dagangan di Toko UD Mitra Tehknik Jalan Sultan Kaharuddin Kelurahan Brang Bara dan Mobil Toyota merk All New Fortuner warna hitam Nopol EA 683 A dan lainnya yang belum terhitung.
Sementara dari pihak yang tergugat menganggap eksekusi tersebut begitu cepat dan terkesan sepihak, dimana surat pemberitahuan baru diterima pada Kamis (21/11) sore lalu. Selain itu, surat tembusannya hanya pada Pengadilan Niaga tidak ada pada pihaknya. “Kita sih tolak aja, karena cara-cara penyegelan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan ini kami akan laporkan ke Polres Sumbawa,” ujarnya.
Saat terjadi proses eksekusi, puluhan karyawan histeris lantaran tidak menyangka akan terjadi penyitaan yang tentunya akan berimbas pada pekerjaan mereka, atas penyitaan tersebut puluhan karyawan tersebut dipastikan akan menjadi pengangguran.