Semakin hari, harga emas Antam dibandrol dengan harga Rp. 930 ribu per gram

    Rekor harga emas tertinggi Antam dicapai pada 7 Agustus 2020 dengan harga Rp 1.065 juta per gram.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Harga emas yang diproduksi Antam akhirnya kembali menguat, setelah empat hari berturut-turut terus melemah. Pada Rabu (14/4), harga emas Antam dijual di level Rp 930.000 per gram, naik Rp 10.000 dari perdagangan Selasa (13/4). Hampir dua pekan lalu, harga emas Antam belum banyak bergerak di kisaran Rp 920 ribu – Rp 930 ribu per gram.

    Namun secara umum pergerakan harga emas Antam saat ini masih melanjutkan tren penurunannya. Rekor harga emas tertinggi Antam dicapai pada 7 Agustus 2020 dengan Rp 1.065 juta per gram.

    Harga emas Antam saat ini berada pada kisaran yang sama dengan periode Mei-Juni 2020 lalu. Sementara harga perak juga mengalami kenaikan sebesar Rp. 250 sampai Rp. 12.750 per gram.

    Kenaikan harga emas di pasar domestik sejalan dengan kondisi pasar dunia. Harga emas naik menyusul rilis data inflasi, yang membuat logam mulia kembali menarik minat investor. Selain itu, nilai tukar dolar AS juga melemah.

    Dikutip Reuters, harga emas dunia naik 0,8 persen menjadi 1.745,94 dolar AS per troi ounce. Sedangkan emas berjangka dijual dengan harga USD 1.747,6 per troi ounce.

    Harga emas di pasar dunia saat ini masih jauh di bawah angka psikologis US $ 1.900 per troi ounce sehingga harga emas dalam negeri kembali ke kisaran Rp. 1 juta per gram. Harga emas di Indonesia memang sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia yang juga mudah terpengaruh oleh sentimen ekonomi.

    Harga emas telah melonjak 23 persen pada tahun 2020 saja, akibat dari ramainya minat investor untuk menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun pada 2021, kondisinya bisa berbeda. Kenaikan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan mentah untuk tahun ini.




    Source