Seperti Apa Bentuk Hati yang Tak Tersentuh Keyakinan?

    Alquran memberikan gambaran tentang hati yang tidak tersentuh oleh iman

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran adalah pedoman dari Allah SWT untuk menuntun hamba-hamba-Nya keluar dari kegelapan.

    Ayat-ayat suci Alquran sangat luar biasa dan merupakan mukjizat verbal dari Allah SWT dengan keindahan kosa kata dan retorikanya.

    Maka tak heran, Alquran mampu memikat hati siapapun. Dalam Alquran banyak ayat yang diturunkan dengan keindahan bahasanya yang indah yang mengandung unsur estetika dan penggambaran artistik.

    Banyak kosakata yang dihiasi dengan kebaikan, kreativitas, dan kesempurnaan. Di antara ayat-ayat indah ini adalah:

    أفلم ​​يسيروا في الأرض فتكون لهم قلوب يعقلون بها أو آذان يسمعون بها فإنها لا تعمى الأبصار ولكن وبيولف

    “Maka bukankah mereka pernah berjalan di muka bumi, dan kemudian apakah mereka memiliki hati yang dengannya mereka dapat memahami atau memiliki telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukan mata yang buta, tetapi yang buta, itu adalah hati yang ada di dalam dada. ” (Surat Al Hajj: 46)

    Dalam Tafsir Ath Tabari disebutkan bahwa ayat tersebut menunjukkan orang-orang yang mengingkari wahyu yang dikirim oleh Allah SWT dan menolak kekuasaan-Nya. Misalnya ‘Aad, Tsamud, dan Nabi Shu’aib.

    Dari orang-orang sebelumnya ini, seseorang dapat belajar dan belajar tentang konsekuensi dari tindakan mereka, keberadaan tempat tinggal mereka, dan kondisi mereka setelahnya. Apa yang diturunkan Allah SWT adalah agar mereka bertaubat dan menjalankan Allah SWT dan Nabi yang membawa risalah-Nya.

    Telinga mereka benar-benar dapat mendengar kebenaran dan menyadarinya serta mampu membedakan antara kebenaran dan kebohongan. Karena itu, mereka sebenarnya tidak buta karena bisa melihat dengan mata kepala sendiri. Faktanya, mereka buta hati, sehingga mereka tertutup terhadap wawasan yang tertanam di dalamnya.

    Tafsir Al Baghawi terhadap ayat tersebut menyatakan bahwa kebutaan yang berbahaya adalah kebutaan. Sementara itu, buta penglihatan tidak berbahaya dalam pandangan syariah.

    Qatada berkata, mata manusia melihat kesenangan dan keindahan, tetapi hati melihat manfaat.

    Sumber: youm7




    Source