Serangan JPU yang Sebut Gelar Imam Besar Sekedar Jempol dan Reaksi Jaksa Habib Rizieq

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan tanggapannya atas eksepsi atau keberatan terdakwa Rizieq Shihab dalam perkara massa yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

    JPU mengungkapkan sejumlah tanggapan, mulai dari isu Oligarki Anti-Dewa hingga permohonan dalam bentuk pengaduan.

    Berikut tanggapan JPU atau replika yang dirangkum Tribunnews.com:

    Oligarki Anti-Dewa

    Dalam replikanya, JPU menyatakan pernyataan Rizieq Shihab dalam pledoi yang kerap menyebut kasusnya sebagai upaya Oligarki Anti-Tuhan itu tidak berdasar.

    Pasalnya, kata JPU, pernyataan Rizieq terkait Oligarki Anti-Dewa tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat melainkan hanya ungkapan kekesalan.

    “Saya tidak tahu kepada siapa Oligarki Anti-Tuhan itu ditujukan, padahal semua warga negara memiliki keyakinan hukum kepada Tuhan,” kata jaksa dalam replikanya.

    Baca juga: Jaksa Sebut Menantu Rizieq Shihab Tidak Pernah Serius Memperhatikan Persidangan

    “Seharusnya terdakwa menggambarkan kekesalannya, ini bukan tempatnya. Jangan ribut-ribut tanpa argumentasi yang kuat,” lanjutnya.

    Keluhan Pledoi

    Tak hanya itu, JPU juga menuding seluruh pledoi atau nota pembelaan yang dibacakan Rizieq Shihab didominasi dalam bentuk aduan.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/15/serangan-jaksa-yang-sebut-gelar-imam-besar-hanya-isapan-jempol-dan-reaksi-pengacara-habib-rizieq