Serikat Pekerja Medis Jepang Tuntut Olimpiade Dibatalkan

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Terkait penyelenggaraan Olimpiade Tokyo, persatuan dengan anggota dokter, National Doctors Union, meminta pemerintah membatalkan Olimpiade yang akan dibuka 23 Juli 2021 itu.

    Perhimpunan Dokter Nasional yang memiliki sekitar 130 dokter, menggelar jumpa pers Kamis ini (13/5/2021) dan mengungkapkan telah meminta pemerintah membatalkan Olimpiade Tokyo karena infeksi virus mutan itu menyebar.

    Dr. Naoto Ueyama, perwakilan, mengungkapkan rasa krisisnya Kamis (13/5/2021) ini.

    “Atlet, pelatih, dan jurnalis dari seluruh dunia akan datang ke Jepang meski acara diadakan tanpa penonton. Mungkin bisa disebut virus mutan Olimpiade Tokyo nanti.”

    Pemerintah mengatakan akan mengadakan Olimpiade tahun lalu sebagai bukti keberhasilan manusia dalam mengatasi virus korona baru, tetapi Uni mengeluh bahwa itu hanya ilusi yang manis dan Jepang, yang telah menunda vaksinasi, tidak dapat memberikan keramahtamahan. “

    Kalaupun digelar tanpa penonton, konon ada risiko virus mutan akan menyebar dan strain mutan baru akan tercipta akibat lalu lintas atlet dan pers.

    Serikat Pekerja Dokter Nasional dibentuk oleh para dokter yang bekerja di sekitar 130 orang yang menyerukan pembatalan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

    Serikat pekerja mengirim permintaan ke Kantor Kabinet dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pada 13 Mei 2021.

    Ueyama juga menyebut panjangnya jam kerja petugas kesehatan. Dia menunjukkan bahwa itu adalah kontradiksi bahwa para profesional medis diharuskan menjadi sukarelawan untuk Olimpiade Tokyo, mencatat bahwa tidak ada prospek untuk menambah jumlah dokter meskipun sudah lama ada kritik terhadap kekurangan dokter.




    Source