Simon Kjaer, Kambing Hitam dan Pahlawan Denmark di Euro 2021

TRIBUNNEWS.COM – Kualifikasi Piala Dunia 2014, Denmark gagal lolos ke Piala Dunia.

Dua tahun kemudian, atau Euro 2016, Denmark kembali gagal lolos, dan Morten Olson mengundurkan diri sebagai pelatih setelah 15 tahun.

Morten Olsen secara terbuka menyatakan bahwa Simon Kjaer adalah alasan kegagalan Denmark lolos ke Piala Dunia 2014 dan Euro 2016.

Kritik ini membuat Kjaer menjadi sasaran media dan pendukung Denmark.

Bek Denmark Simon Kjaer berduel dengan striker Prancis Olivier Giroud pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2018, Selasa (26/6/2018). (Gambar Getty)

Baca juga: Mikkel Damsgaard, tumpuan Denmark di Euro 2021, buah dari kerja keras Ranieri dan sukses mengalahkan Eriksen

Baca juga: Harry Maguire diselamatkan oleh Southgate, Carragher dan Solskjaer, bersinar bersama Inggris di Euro 2021

“Selalu ada kambing hitam, dan saya memiliki peran itu selama beberapa waktu,” kata Kjaer di laman Tipsbladet.

“Morten Olsen pernah berkata bahwa saya bukan sahabat bola. Di Denmark, komentar itu memberi saya predikat bahwa saya tidak bisa bermain sepak bola.

“Saya sangat menyukai Morten, tetapi saya tidak bisa berterima kasih padanya untuk komentar itu, karena itu tetap bersama saya selama bertahun-tahun,” kata Kjaer.

Namun, Euro 2020, adalah cerita lain bagi Kjaer.

Franco Baresi, legenda AC Milan, adalah sosok yang selalu mengkritik setiap kapten AC Milan.

Namun, musim ini, Baresi memuji langit ketika mengetahui bahwa Kjaer adalah kapten AC Milan.



https://www.tribunnews.com/superskor/2021/07/08/simon-kjaer-kambing-hitam-dan-pahlawan-denmark-di-euro-2021