SKP Kelas I Sumbawa Siagakan Pengawasan Antisipasi Rabies

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Menidaklanjuti kasus gigitan anjing yang diduga tertular penyakit Rabies di Kabupaten Dompu dan mengantisipasi terjadinya penyebaran virus tersebut, Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Sumbawa Besar senantiasa berkoordinasi dengan Dinas terkait. Hal ini dilakukan agar dapat menekan penyebaran penyakit tersebut ke daerah lain. Tindakan konkrit yang dilakukan SKP Kelas I Sumbawa Besar berdasarkan tugas pokok dan fungsi Karantina Pertanian yaitu melakukan pengawasan lalu lintas khususnya hewan pembawa rabies (HPR) di pintu pemasukan dan pintu pengeluaran.
Kepala SKP Kelas I Sumbawa Besar, drh Ida Bagus Putu Raka Ariana mengatakan bahwa ada delapan wilayah kerja SKP Kelas I Sumbawa Besar yang dari ujung barat hingga ujung timur, mulai dari Pelabuhan Ferry Pototano, Pelabuhan Benete, Pelabuhan Badas, Bandara Sultan M. Kaharudin, Pelabuhan Kempo, Pelabuhan Bima, Bandara Sultan M Salahudin dan Pelabuhan Ferry Sape.
“Semua petugas pada wilker-wilker tersebut kita intruksikan untuk melarang sementara pemasukan dan pengeluaran HPR terutama anjing, kucing dan kera dari dan ke Pulau Sumbawa dalam waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya
Menurut Raka, sebenarnya Pulau Sumbawa pada khususnya dan Propinsi NTB pada umumnya termasuk daerah bebas penyakit Rabies berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 316/Kpts/PK.320/5/2017, sehingga apabila ditemukan hewan yang terkena virus Rabies dimungkinkan luar yang mengapit Pulau Sumbawa dari sisi Timur Pulau Flores, Utara semua daerah di Sulawesi dan barat Pulau Bali.
Raka menambahkan tanda-tanda hewan yang terkena Rabies yaitu suka menyendiri dan menyerang tanpa sebab. Sedangkan jika orang sudah tergigit anjing entah itu terkena virus Rabies atau tidak maka pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah mencuci luka dengan air dan sabun/detergen dibawah air mengalir selama 10 hingga 15 menit. Lalu luka diberi antiseptic dan segera dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
Sementara hewan yang menggigit jangan dibunuh, ditangkap dan serahkan ke Puskeswan terdekat.