Sleman Izinkan Sholat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengizinkan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1442 Hijriah di masjid dan lapangan terbuka di tingkat dusun, dengan ketentuan protokol kesehatan mencegah penularan COVID. -19 dilakukan.

“Sholat Idul Fitri 1442 H di masjid atau lapangan terbuka atau lapangan di tingkat padukuhan diperbolehkan, namun tetap harus mengacu pada tata cara protokol kesehatan COVID-19,” kata Kepala Bidang Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi di sela-sela acara. Sleman, Senin (19/4).

Namun, lanjutnya, pemkab mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pawai takbir menyambut lebaran, mengingat keramaian bisa meningkatkan risiko tertular virus corona. “Masyarakat tidak boleh mengadakan pawai takbir bundar yang berpotensi menimbulkan keramaian,” katanya.

Ia juga mengingatkan, kegiatan ibadah jamaah selama Ramadhan, antara lain shalat fardu, sholat Jumat, tarawih, dan tadarus sebaiknya hanya dilakukan dengan menerapkan aturan kesehatan di daerah dengan risiko penularan rendah. “Bagi warga yang berada di kawasan RT dengan status zona hijau dan zona kuning selama tujuh hari terakhir, dengan kriteria kurang dari tiga rumah dengan kasus positif COVID-19, kegiatan di masjid / mushola dilakukan dengan Batasan kapasitas maksimal 50 persen dari kapasitas. tersedia dan melaksanakan protokol kesehatan, ”ujarnya.

Ia menambahkan, waktu ceramah sholat tarawih dan sholat subuh berjamaah dibatasi maksimal 15 menit. Warga yang tinggal di daerah dengan risiko tinggi hingga sedang tertular virus corona, di mana terdapat tiga atau tiga rumah dengan kasus COVID-19, dianjurkan untuk beribadah di rumah masing-masing.

Shavitri mengatakan, buka puasa bersama atau sahur bisa dilakukan dengan batas maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Protokol kesehatan harus diterapkan dalam kegiatan ini.

“Jika dalam perkembangannya ada kawasan RT yang ditetapkan status zona merah atau zona oranye, maka Satgas Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa harus segera menutup rumah ibadah, taman bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial di RT yang bersangkutan, dan warga diminta melakukannya. untuk melaksanakan ibadah di rumahnya masing-masing, ”kata Shavitri.

Ia mengatakan ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sleman (SE) akan dievaluasi secara berkala berdasarkan kondisi penularan COVID-19. “Jika perkembangan COVlD-19 semakin tinggi di Kabupaten Sleman berdasarkan pengumuman Satgas Penanganan COVlD-19 di Kabupaten Sleman, maka Bupati Sleman Tenggara akan dievaluasi kembali,” ujarnya.


Source