Soal Penyesuaian Tarif Listrik, PLN Menunggu Keputusan Pemerintah

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah menyerahkan penetapan tarif listrik non subsidi kepada pemerintah, apakah perlu dilakukan penyesuaian atau tidak.

    “Apapun keputusan pemerintah, PLN siap melakukan yang terbaik. Kami menunggu keputusan pemerintah,” kata Direktur Komersial dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril saat dihubungi, Senin (19/4/2021).

    Bob menjelaskan, tarif listrik non subsidi merupakan tarif yang disesuaikan setiap triwulan dengan empat faktor yang mempengaruhinya.

    “Tarif ini merupakan tarif keekonomian yang harus dibayar pelanggan. Jadi perlu, karena tarif nonsubsidi itu diperuntukkan bagi kelompok pelanggan yang mampu,” jelasnya.

    Baca juga: PLN Minta Warga NTT Tulus Jika Pohon Ditebang Untuk Pulihkan Listrik

    Namun, kata Bob, sejak 2017 tarif non subsidi tidak pernah disesuaikan hingga saat ini, dan akhirnya selisih tarif ditanggung pemerintah, melalui APBN berupa kompensasi.

    Baca juga: Tarif Listrik Tidak Diturunkan, Berdasarkan Pemeriksaan oleh Komisi Perdagangan Adil Jepang

    Bob menilai tarif listrik saat ini tidak sesuai dengan harga keekonomian. “Tidak sesuai (keekonomian), karena tarif saat ini jauh di bawah biaya pengadaan (BPP),” ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang mengkaji penyesuaian tarif listrik yang sudah diberlakukan sejak 2017.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan saat ini terdapat 38 pelanggan PLN dengan rincian 25 kelompok mendapatkan subsidi dan 13 kelompok non subsidi.

    “Tiga belas kelompok dikompensasikan, total 42 pelanggan dan ini terkait penyesuaian tarif yang sama. Pada triwulan III-2021, kalau tarif tidak disesuaikan, ganti rugi,” kata Rida saat rapat dengan Banggar DPR, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

    Alasan dilakukannya penyesuaian tarif listrik karena selama ini tidak berubah, padahal harga BBM dan nilai tukar dolar terus meningkat.

    Apabila rencana penyesuaian tarif listrik dilakukan maka biaya bulanan yang dikeluarkan oleh pelanggan akan meningkat pada kisaran Rp. 18 ribu untuk 900 VA s / d Rp. 31 ribu untuk pelanggan 2.200 VA.

    “Misalnya, tagihan bulanan 900 VA Rp 166 ribu per bulan. Selama ini tarif dipotong. Kalau dinaikkan naik Rp 18 ribu per bulan, untuk 1.300 VA naik Rp 10.800 per bulan. , dan seterusnya, “kata Ridha.

    Rida belum bisa memastikan kapan pemerintah akan menyesuaikan tarif listrik dengan harga keekonomian.

    “Apakah ini akan dimunculkan sekaligus, atau hanya beberapa lingkaran, atau semuanya disesuaikan sekaligus dan bertahap ada skenario untuk mengimbanginya,” jelasnya.




    Source