Soal Relaksasi DPK 0 Persen, Gubernur BI: Itu Preferensi Setiap Bank

Laporan Jurnalis Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan sejumlah bank di Tanah Air telah menerapkan kebijakan pelonggaran uang muka (DP) 0 persen untuk kredit properti.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan aturan yang diberlakukan sejak awal Maret 2021 cukup membantu dalam meningkatkan kinerja KPR.

Namun, Perry menjelaskan kebijakan uang muka 0 persen merupakan preferensi perbankan.

Dengan demikian, setiap bank tidak dipaksa dan berhak menerapkan aturan relaksasi atau tidak.

Baca juga: BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Referensi di Level 3,5 persen

“Ada bank yang sudah menerapkan relaksasi DP 0 persen. Itu preferensi bank yang tentunya berbeda antara satu bank dengan bank lain,” jelas Perry dalam konferensi pers virtual Bank Indonesia, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Bank Indonesia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini menjadi 4,1-51 persen

“Tapi sepertinya untuk kredit kendaraan bermotor baru dan KPR kreditnya sudah meningkat,” lanjutnya.

Terkait peningkatan kinerja kredit di sektor properti, Perry mengatakan pertumbuhan tersebut terutama terjadi pada segmen menengah ke atas.

“Bisa dikatakan masyarakat menggunakan kebijakan dan langkah yang diambil Pemerintah dan Bank Indonesia untuk meningkatkan pembelian properti. Baik rumah tapak maupun apartemen,” pungkas Perry Warjiyo.

Sebelumnya, BI memberikan kelonggaran terkait ketentuan uang muka (DP) untuk pembiayaan properti sebesar 0 persen alias tanpa DP.

Konsesi ini bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan kredit di sektor properti yang saat ini masih lesu.

Konsesi kredit ini berlaku efektif sejak 1 Maret 2021 hingga akhir 2021.

“Bank Sentral telah melonggarkan rasio Loan to Value / Financing to Value (LTV / FTV) untuk kredit / pembiayaan properti maksimal 100 persen untuk semua jenis properti,” jelas Perry dalam video conference Bank Indonesia, Kamis (18/2). / 2/2021).




Source