Sopir taksi yang menjual 2 kg sabu ditangkap

    DGA adalah kurir sabu lintas provinsi, Banten-Jakarta-Jawa Barat.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menangkap seorang pengedar berinisial DGA (23 tahun) dengan barang bukti 2.076 kilogram sabu. DGA diketahui bekerja sebagai sopir taksi online setiap hari.

    Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Bismo Teguh Prakoso, mengatakan DGA merupakan kurir sabu untuk jaringan sabu lintas provinsi, Banten-Jakarta-Jawa Barat. Pria ini ditangkap di Bogor, Jawa Barat, pada 5 Agustus 2021.

    Penangkapan DGA, kata dia, bermula saat petugas mendapat informasi adanya pengedar yang kerap memperdagangkan narkoba di Palmerah, Jakarta Barat. Petugas kemudian mengusut kasus tersebut selama satu bulan hingga diketahui bahwa Ditjen Perhubungan Udara telah menyerahkan sabu ke Serang, Banten.

    DGA ditangkap sekembalinya ke Bogor. Di dalam mobilnya diamankan 2.014 kg sabu. Di rumah kontrakannya juga ditemukan 3,96 gram sabu, tiga alat penyedot sabu, dan satu timbangan.

    Setelah diinterogasi lebih lanjut, kata Bismo, ternyata DGA juga menyimpan sabu di tempat lain yang masih berada di Bogor. Di sana, penyidik ​​mengamankan 57,98 gram sabu dan tiga alat penyedot.

    Bismo mengatakan, DGA mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial MA atas arahan ME. Dua pelaku terakhir masih buron.

    “Kami mendapat informasi bahwa barang tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Jakarta atas arahan ME (DPO),” kata Bismo dalam keterangannya, Kamis (12/8).

    DGA mengaku telah melakukan enam transaksi sabu dalam setahun terakhir. Ia mendapat gaji Rp 5 juta per satu kilogram.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DGA ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsidair 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.



    https://www.republika.co.id/berita/qxq5qi396/sopir-taksi-daring-pengedar-sabu-2-kg-ditangkap