Sosok Ihsan Yunus tidak ada dalam dakwaan Juliari Batubara, ini jawaban KPK

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung ketidakhadiran Ihsan Yunus dalam dakwaan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Pasalnya, nama politikus PDIP, Juliari Batubara, muncul pada saat penyidikan dan persidangan terdakwa lain dalam kasus suap pengadaan bansos Covid-19.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, dakwaan sebagai dasar pemeriksaan di persidangan disusun berdasarkan fakta sederet perbuatan terdakwa hasil pemeriksaan yang tertuang dalam berkas perkara.

“Barang bukti yang dimiliki KPK, termasuk saksi dan alat bukti lainnya, akan disampaikan oleh Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) di depan majelis hakim,” kata Ali kepada Tribunnews.com, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: KPK Mendakwa Dua Orang Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai Perantara Suap Rp. 32 Miliar

Baca juga: Aneh, Pemberi Suap dalam Kasus Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara selamat dari dakwaan.

KPK, kata Ali, mengajak masyarakat untuk mengikuti seluruh proses persidangan.

Komisi antikorupsi memastikan jika nanti berdasarkan fakta di persidangan bisa disimpulkan ada dugaan keterlibatan pihak lain, akan dikembangkan lebih lanjut.

“Siapapun bisa ditetapkan sebagai tersangka asalkan ada paling sedikit dua alat bukti permulaan yang cukup, meski tidak termasuk dalam keterangan akta terdakwa dalam surat dakwaan,” kata Ali.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum KPK telah selesai membacakan dakwaan Juliari Peter Batubara pada Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Jaksa KPK Telepon Juliari Potong Rp10.000 dari Setiap Paket Bansos Covid-19

Baca juga: Pembicaraan Suap Juliari Batubara dan Mantan PPK Kemensos, Terungkap Pertanyaan Apa yang Dituturkan Menteri

Namun, sosok anggota Komisi II DPR Ihsan Yunus tidak masuk dalam dakwaan Juliari.




Source