Sri Mulyani Bingung Percepatan Ekonomi Akan Terjadi pada 2021

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Kementerian Keuangan yakin atau yakin perekonomian akan melaju pada 2021 setelah mengalami kontraksi minus 2,19 persen pada tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan antara pihaknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) saling mendukung.

Karena tidak semua kebijakan dapat dilakukan oleh pemerintah, terkadang melalui jalur di sektor keuangan, dimana kemudian OJK memberikan bantuan, dan BI dari sisi sektor moneter.

“Dengan kerja kolektif ini, kita bisa menahan perekonomian yang mengalami kontraksi sangat dalam dari minus 5,3 persen menjadi minus 2,19 persen sekarang di kuartal IV. Kita harapkan pada 2021 akselerasi bisa terjadi,” ujarnya di Bali, Sabtu (10/9). 4/2021).

Baca juga: Kebijakan OJK untuk Mengurangi Volatilitas Pasar Modal dan Restrukturisasi Terus Berlangsung

Pemerintah dinilai juga berupaya mendukung sektor pariwisata dengan memberikan stimulus pariwisata tahun ini, salah satunya melalui pariwisata dan belanja hibah di kementerian dan lembaga.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga telah mengeluarkan PMK baru yang memberikan relaksasi penjaminan kredit yang dapat digunakan untuk sektor hotel, restoran dan pariwisata, pungkas Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada kegiatan Kementerian Keuangan 2020, Senin (30/11/2020). (TRIBUNNEWS / Yanuar Riezqi Yovanda)

Sedangkan untuk APBN 2021, ada anggaran PEN yang mengalami kenaikan sebesar 22 persen menjadi Rp699,43 triliun, yang terbesar menargetkan kesehatan sebesar Rp 176,30 triliun.

Selain itu, dukungan sosial sebesar Rp 157,41 triliun, UMKM dan dukungan perusahaan sebesar Rp. 184,83 triliun, insentif usaha Rp. 58,46 triliun dan Rp. 122,44 triliun untuk dukungan program prioritas.




Source