Sri Mulyani: Dana Abadi LPDP tembus Rp 70,1 Triliun

Sejak LPDP dibentuk pada tahun 2012, dana abadi dikelola sebesar Rp. 1 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah telah mendaftarkan dana abadi sebesar Rp70,1 triliun dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Padahal, sejak LPDP dibentuk pada 2012, dana abadi telah dikelola sebesar Rp. 1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembentukan dana abadi pendidikan dimaksudkan agar alokasi 20 persen belanja negara untuk sektor pendidikan dapat digunakan sesuai target, sehingga anggaran tersebut tidak harus dikeluarkan dalam satu tahun anggaran.

“Sejak LPDP dibentuk pada tahun 2012, pada tahun 2009 LPDP telah mengakumulasi dana abadi sebesar Rp70,1 triliun. Dimulai dengan dana abadi awal yang hanya sebesar Rp 1 triliun merupakan peningkatan yang luar biasa,” ujarnya di sela acara Merdeka Belajar. Peristiwa episode 10, seperti dikutip pada Jumat. (23/4).

Sri Mulyani menjelaskan pembentukan dana abadi pendidikan untuk membiayai beasiswa yang bersifat reguler, afirmatif, atau untuk AS atau TNI atau Polri. Ini adalah pemikiran untuk menciptakan dana yang bermanfaat bagi generasi.

“Kami berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama benar-benar memikirkan desain penggunaan ini yang benar-benar bisa digunakan antar generasi,” ujarnya.

Sri Mulyani merinci dana abadi sebesar Rp70,1 triliun itu meliputi dana abadi pendidikan Rp61,1 triliun dan dana abadi penelitian Rp4,99 triliun, dana abadi universitas Rp3 triliun, dan dana abadi budaya Rp1 triliun.

Ke depan, Kementerian Keuangan melalui Badan Layanan Umum (BLU) berharap penggunaan hasil investasi dari dana abadi dapat memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif.

“Saya berharap setiap rupiah dana abadi ini dapat dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan secara maksimal serta dikelola dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat kita dapat menghargai dan memahami bahwa uang negara, uang hasil pajak kita dikembalikan kepada masyarakat,” ujarnya. .




Source