Sri Mulyani Tetapkan Target Inflasi 2022-2024

Sri Mulyani menargetkan inflasi sebesar 3 persen pada 2022 dan 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/21 tentang Sasaran Inflasi Tahun 2022, 2023, dan 2024. Pasal 2 ayat 1 menyebutkan bahwa jenis inflasi sasaran inflasi yang ditetapkan dan diumumkan adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan pada akhir tahun.

Bentuk set target adalah titik dengan toleransi (poin dengan deviasi). “Target dan periode sasaran inflasi adalah tiga persen pada 2022, tiga persen pada 2023, dan 2,5 persen pada 2024 dengan deviasi satu persen,” bunyi Pasal 2 ayat 3 seperti dikutip Rabu (4/8).

Sasaran inflasi tahun depan sama dengan acuan dasar kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) yang telah ditetapkan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sedangkan tahun ini, target inflasi sebesar tiga persen dengan deviasi sebesar satu persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IHK periode Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen (bulan ke bulan/mtm). Sementara itu, inflasi tahun kalender (tahun-ke-tanggal/ytd) sebesar 0,81 persen dan inflasi tahunan tercatat sebesar 1,52 persen (tahun ke tahun/yoy). Dari 90 kota IHK, BPS mencatat 61 kota mengalami inflasi dan sisanya 29 kota mengalami deflasi.

Penetapan PMK tersebut sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi TPIP pada 11 Februari 2021. Saat itu, rapat juga menyepakati sasaran inflasi tahun 2022, 2023, dan 2024 sebesar tiga persen ± satu persen, tiga persen ± satu persen, dan 2, masing-masing. 5 persen ± satu persen.

Menurut Bank Indonesia (BI), sasaran inflasi tersebut diharapkan dapat menopang pembentukan ekspektasi inflasi masyarakat ke depan, terutama dalam mendukung proses pemulihan ekonomi nasional dan reformasi struktural.



https://www.republika.co.id/berita/qxaihb368/sri-mulyani-putuskan-target-inflasi-2022-sampai-2024