Startup Ini Siap Pasok ‘Power Bank’ Raksasa ke Perumahan, Diklaim Hemat Tagihan Listrik

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Baran Energy, salah satu startup di bidang energi di Indonesia siap menyuplai Baran Powerhome Energy Storage System (ESS/giant power bank) ke berbagai perumahan di Indonesia

    Direktur Utama Baran Energy Victor Wirawan mengatakan penggunaan listrik rumah tangga merupakan porsi terbesar dari konsumsi listrik nasional.

    Victor mengatakan konsumsi listrik yang besar tentu berdampak pada penggunaan sumber energi fosil. Diharapkan dengan penggunaan panel surya Baran Powrehome ESS, penggunaan energi fosil dapat dikurangi.

    Baca juga: Di masa Pandemi, sejumlah startup di Indonesia bahkan kebanjiran pendanaan

    Victor mengatakan, baru-baru ini pihaknya memasang Baran Powerhome ESS di kawasan properti di Summarecon Bandung, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia. Hal ini akan menjadikan Summaren Bandung sebagai pengembang yang mengutamakan ketahanan energi secara mandiri.

    “Jadi kebutuhan listrik tidak bergantung pada negara. Sebaliknya, bisa berkontribusi pada program ketahanan dan kemandirian energi yang sudah lama dicanangkan pemerintah,” katanya, di Jakarta, Minggu (10/10/2021).

    Baca juga: BMW Berinvestasi dalam Solusi Lilac Startup Teknologi Lithium

    Lebih lanjut Victor mengatakan, teknologi Baran Energy yang dipasang di perumahan Summarecon Bandung beberapa waktu lalu merupakan kombinasi panel surya dengan daya produksi 5 kWP (kilowatt-peak) dan sistem penyimpanan daya berkapasitas 8 kWh (kilowatt-peak). jam).

    Berkat teknologi Baran Powerhome ESS, Victor menjelaskan, masyarakat bisa menghemat tagihan listrik 4 kali lipat.

    “Kami berharap teknologi bisa menjadi terobosan di tengah semakin menipisnya cadangan energi fosil di dunia,” jelasnya.

    Victor mengatakan, cara kerja teknologi Baran Energy cukup sederhana, yakni sinar matahari diubah menjadi energi listrik dengan panel surya yang dipasang di atap gedung.

    Setelah itu, dari panel surya, energi listrik disalurkan ke peralatan rumah tangga, seperti lampu, lemari es, mesin air, AC, kipas angin, dan lain-lain.

    Baca juga: Suntikan dana dari Jeff Bezos, salah satu pendiri startup Ula ternyata mantan karyawan Amazon

    “Sementara kelebihan energi tersebut otomatis disalurkan ke reservoir berupa Baran Powehome untuk digunakan pada malam hari, atau saat terjadi kekurangan listrik,” kata Victor.

    Victor berharap banyak pengembang perumahan akan mengikuti jejak Summarecon Bandung yang berkontribusi menciptakan perumahan mandiri dengan memasang Baran Powerhome.

    “Kami siap bekerjasama dengan pengembang yang ingin berkontribusi dalam menciptakan perumahan swadaya guna mengurangi penggunaan energi fosil. Selain itu, kami juga memiliki program bagi pengembang perumahan untuk memasang Baran Powerhome secara gratis di rumah percontohan, Kata Victor, dia mengklaim saat ini sudah ada beberapa pengembang properti yang telah menandatangani kontrak kerja sama ini.

    Victor menjelaskan, dengan ditandatanganinya Paris Agreement oleh pemerintah Indonesia, transisi energi ke energi baru dan terbarukan (EBT) tidak bisa dihindari. Apalagi, kata dia, pemerintah berencana menerapkan pajak karbon.

    “Tidak bisa dipungkiri, EBT akan memiliki peran yang lebih signifikan di masa depan, termasuk pengembangan panel surya dan sistem penyimpanan tenaga listrik,” katanya.



    https://www.tribunnews.com/new-economy/2021/10/10/startup-ini-siap-pasok-power-bank-raksasa-ke-perumahan-diklaim-bisa-hemat-tagihan-listrik