Stok Pupuk Bersubsidi Jabar 343 Persen Penyediaan

    Hingga 6 Oktober, stok pupuk bersubsidi Jabar lini I dan III mencapai 211 ribu ton

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menyambut musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2021-2022, PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi di Provinsi Jawa Barat sesuai dengan peruntukannya. Per 6 Oktober 2021, total stok pupuk bersubsidi lini I dan lini III sebanyak 211,1 ribu ton. Jumlah tersebut merupakan 342 persen dari stok minimal pemerintah.

    VP Sales Region 3A Pupuk Indonesia, Aviv Ahmad Fadhil mengatakan, jumlah stok pupuk bersubsidi untuk Provinsi Jabar lini I dan lini III cukup untuk kebutuhan 6 minggu ke depan.

    “Rinciannya pupuk Urea 148.668 ton, Phonska NPK 31.076 ton, SP-36 12.866 ton, ZA 4.995 ton, dan Organik 13.516 ton,” jelasnya.

    Adapun realisasi penyaluran pupuk bersubsidi, Aviv mengatakan realisasinya mencapai 361 ribu ton hingga 4 Oktober 2021. Jumlah tersebut berasal dari pupuk Urea sebanyak 330.153 ton, NPK sebanyak 251.355 ton, SP-36 sebanyak 33.693 ton. ton, ZA sebanyak 28.413 ton, dan Organik sebanyak 44.290 ton.

    Selain itu, untuk mengakomodir petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK atau yang kebutuhannya lebih besar dari alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk non subsidi di Jawa Barat sebanyak 7.809 ton, rinciannya Urea 3.463 ton. , NPK 3.108 ton, SP-36.929 ton , ZA 275 ton, dan Organik 34 ton.

    Lebih lanjut Aviv menyatakan, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, syarat dan ketentuannya sudah ditetapkan Kementerian Pertanian, yakni petani harus tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektare, menyusun dan menginput data ke Electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). dan untuk wilayah tertentu menggunakan Kartu Tani.

    “Jika tidak memiliki Kartu Tani, petani masih bisa menukarkan pupuk bersubsidi secara manual, dengan bantuan penyuluh lapangan atau PPL dari dinas pertanian setempat,” ujarnya.

    Sebagai produsen, lanjut Aviv, Pupuk Indonesia wajib menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai penugasan atau alokasi yang ditetapkan pemerintah. Dimana pada tahun 2021 alokasi pupuk bersubsidi yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.

    “Untuk besaran penyaluran ke berbagai daerah kita berpedoman pada Surat Keputusan (SK) dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten,” jelas Aviv.

    Sebagai bentuk optimalisasi distribusi, Pupuk Indonesia telah memanfaatkan Distribution Planning and Control System (DPCS). Teknologi informasi ini merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk mengontrol secara optimal rantai pasok distribusi pupuk bersubsidi.

    Sistem DPCS Pupuk Indonesia didukung oleh jaringan distribusi yang luas. Diantaranya 4 unit bagging, 6 unit Distribution Center (DC), 203 kapal, 6.000 truk, 600 gudang penyangga dan distributor berkapasitas 2,7 juta ton, serta jaringan 1.200 distributor dengan lebih dari 29.000 kios resmi.

    “Datanya real-time, sehingga kita bisa memantau stok pupuk bersubsidi dari lini produksi hingga kios resmi,” kata Aviv.



    https://www.republika.co.id/berita/r0pchl349/stok-pupuk-subsidi-jabar-343-persen-dari-ketentuan