Suharjito, Suap Edhy Prabowo Dihukum 2 Tahun Penjara

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito 2 tahun penjara dan denda Rp.

Suharjito terbukti secara sah memberikan suap terkait izin ekspor benih lobster (fries) sebesar Rp. 2,146 miliar, dengan rincian US $ 103 ribu atau setara dengan Rp. 1,44 miliar dan Rp. 706.055.440 kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Menyatakan terdakwa Suharjito terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanjutkan tindak pidana korupsi,” kata Ketua MK Albertus Usada membacakan putusan di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo usai menjalani sidang pertama kasus dugaan suap izin ekspor lobster atau kentang goreng yang digelar secara virtual di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis. 15/4/2021). Sidang dijadwalkan untuk membacakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK. TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN)

Dalam mempertimbangkan putusan, hakim melihat hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Sungguh memberatkan, Suharjito dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sedangkan untuk pertimbangan yang meringankan putusan, Suharjito tidak pernah divonis. Ia juga menjadi tulang punggung keluarga dan bersikap kooperatif serta terus terang selama persidangan.

Baca juga: Edhy Prabowo dan istrinya hari ini akan bersaksi di persidangan kasus suap ekspor benih lobster

Hal lain yang memudahkan Suharjito adalah menjadi hanggar hidup bagi 1.250 karyawan PT DPPP. Terdakwa juga secara rutin memberikan kesempatan kepada 10 orang karyawannya untuk pergi umroh atau ke tanah suci sesuai dengan keyakinan agama masing-masing.

“Terdakwa telah berjasa membangun dua masjid dan secara rutin memberikan santunan kepada yatim piatu dan duafa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi,” kata hakim.




Source