Sukseskan Pesta Demokrasi, Panwaslu Sumbawa Gandeng OKP

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sosialiasi Pengawasan Partisipatif oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumbawa, telah menyasar beberapa elemen, baik dikalangan media maupun dikalangan Pemilih Pemula. Kali Panwaslu mengajak para Organisasi Kepemudaan (OKP) untuk bersinergi dan terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif demi suksesnya pesta demokrasi. Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar di Aula Hotel Tambora, Sabtu (16/12) tersebut diikuti oleh 9 OKP, dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengajak para OKP agar berpartisipasi dalam hal kepengawasan.
Ketua Panwaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsi Hidayat SIP mengatakan, pengawasan partisipatif pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Legeslatif serta Presiden dan Wakil Presiden mendatang merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan. Sehingga melalui Pengawasan Partisipatif secara bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi. Yang tentunya dapat mencegah dan menghindari permainan-permainan yang dapat mencoreng pesta demokrasi yang dilakukan oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Pada intinya, dengan kita melakukan sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan mengajak sejumlah steak holder maupun okp serta organisasi lainya. Tentunya bertujuan untuk menyukseskan pesta demokrasi ini sesuai dengan azas-azas pemilu sesuai dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Kendati meskipun keterlibatan kepengawasan tidak tercantum secara resmi, ungkap Syamsi, sapaan akrabnya namun peran serta masyarakat sangatlah penting. Karena hal itu tentunya akan dapat membatu penyelenggra atau Panwaslu Sumbawa dalam melakukan kepengawasan. Dengan keterbatasan jumlah personil keterlibatan masyarakat dalam pengawasan sangatlah penting guna untuk mengantisipasi pelanggaran pemilu.
“Minimal kami bisa diberikan informasi awal terkait dengan adanya dugaan-dugaan pelanggaran ataupun indikasi yang dilakukan oleh peserta pemilu ataupun oknum-oknum yang ingin menciderai pesta demokrasi nantinya,” tukas Syamsi.
Sementara itu, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Agusti SPdI mengatakan, melalui sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan memberikan pemahaman aturan dan regulasi tentang kepemiluan, sehingga peserta diharapkan dapat menerapkannya, terlebih lagi dapat memberikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat disekitar dan lingkungan dimana ia berada.
Keberhasilan sebuah pesta demokrasi merupakan tanggung jawab bersama baik Panwaslu, KPU, Pemerintah maupun elemen masyarakat, yang secara bersama-sama terlibat aktif dalam mengawal dan mengawasi berlangsungnya pesta demokrasi.
Hal itu merupakan bagian dari pengawasan Partisipatif. “Pemilu ini bukan hanya milik penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu saja, tetapi milik kita semua. Hal ini demi meyukseskan pesta demokrasi mendatang dan berikutnya,” ujar Gusti.
Untuk itu, Gusti mengharapkan keterlibatan aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan, karena yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah pemilu atau pesta demokrasi adalah masyarakat. “Ayo kita awasi pesta demokrasi,” pungkas Agusti.