Sultan Berharap Kepulangan Datang Sebelum Larangan diberlakukan

    Sultan tidak akan mempersoalkan pelancong selama mereka mematuhi protokol kesehatan.

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X memperkirakan pemudik akan datang sebelum diberlakukannya kebijakan larangan mudik. Kebijakan pelarangan mudik berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

    “Saya kira bahkan Lebaran sebelum 7 (Mei) orang Yogya yang ada di Jakarta dan (dari daerah lain) mungkin sudah pulang,” kata Sultan usai mengunjungi Pabrik Sendang Mole, Gunungkidul, Senin (19/4).

    Meski begitu, Sultan tak mempermasalahkan jika warganya nanti pulang pada Idul Fitri 1442 Hijriyah. Sultan mengatakan, pihaknya juga tidak melarang warganya berwisata di wilayah DIY.

    “Orang Yogya sendiri dibebaskan untuk bisa keluar,” ujarnya.

    Meski demikian, Sultan menegaskan, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap harus dilakukan dengan disiplin. “Asalkan bisa memenuhi 5M tidak jadi soal,” jelasnya.

    Sultan juga mengklaim sebagian besar wilayah di DIY termasuk dalam zona hijau Covid-19. Setidaknya, kata Sultan, 95,06 persen luas wilayah di DIY masuk dalam zona hijau. Jadi, pihaknya tidak mempersoalkan warganya untuk pulang sebelum diberlakukannya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

    Beberapa waktu lalu, Sultan merinci jumlah zona Covid-19 di DIY. 95,06 persen kawasan zona hijau Covid-19 merupakan RT di seluruh kabupaten / kota di Yogyakarta. Total RT di DIY sendiri mencapai 27.678 RT. Dengan begitu, 26.308 RT masuk dalam zona hijau.

    Meski begitu, Sultan mengklaim hanya satu RT yang masuk dalam zona merah Covid-19, yakni di Bantul. “Masih ada satu RT di zona merah di Bantul dan dua RT di zona oranye, yakni di Bantul dan Gunungkidul,” kata Sultan.

    Sedangkan khusus di Kota Yogyakarta, RT yang masuk dalam zona hijau mencapai 95,46 persen. Dari jumlah tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, penyebaran Covid-19 di tiap daerah cenderung meningkat.

    Sedangkan 4,54 persen rumah tangga termasuk dalam kategori zona kuning Covid-19. Sementara itu, tidak ada RT di Kota Yogyakarta yang masuk dalam zona oranye dan zona merah Covid-19.

    Namun demikian, kasus mingguan di Yogyakarta diketahui tidak mengalami penurunan atau pun meningkat. Ini telah terjadi setidaknya selama sembilan minggu terakhir.

    Secara epidemiologis, kata Heroe, terdapat lima kelurahan yang masuk zona merah. Jumlah ini diklaim berkurang dari minggu-minggu sebelumnya yang memasukkan 10 kelurahan yang masuk zona merah.

    “Kenapa kasus mingguan tidak naik dan tidak turun? Karena masih ada kontak dekat di dalam keluarga. Di zona PPKM yang sebagian besar hijau menunjukkan jumlah rumah dengan kasus positif nol atau balita ( masuk zona kuning). Artinya pertumbuhan jumlah kasus. ada di keluarga, ”kata Heroe.




    Source