Sumbawa Besar, Gaung NTB Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan segera membentuk Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP). Ketua Divisi Teknis KPU Sumbawa, Sudirman, SIP, kepada Gaung NTB menyampaikan bahwa pembentukan PPDP ini dihajatkan untuk mempersiapkan data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada tahun mendatang. PPDP ini jelas Sudirman, dibentuk berbasis TPS, artinya pada setiap TPS akan diangkat PPDP, dengan ketentuan terhadap TPS yang gemuk atau TPS dengan pemilih diatas 400, akan diangkat 2 orang PPDP sementara dibawah itu diangkat 1 PPDP. Mereka PPDP ini jelas Sudirman, akan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) kembali tentang data pemilih yang berasal dari DP4 yang disingkornisasikan dengan data pemilih terakhir, untuk selanjutnya menjadi daftar pemilih sementara. Diantara bentuk pengecekan yang akan dilakukan oleh PPDP itu jelas Sudirman, yakni menyangkut persyaratan untuk menjadi pemilih seperti WNI, berumur 17 tahun, sudah pernah menikah, harus memiliki E KTP, atau surat keterangan dari Dukcapil serta persyaratan lainnya. Oleh karena itu Sudirman berharap kepada PPS untuk segera membentuk PPDP di TPS masing-masing, dan kepada PPDP nantinya agar dalam melakukan pengcolitan itu dapat melakukan proses pemutahiran dengan baik dan akurat sehingga dapat melahirkan data pemilih yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses pencoklitan tambah Sudirman, akan berlangsung sekitar Januari hingga Februari 2018, sementara untuk pengumuman DPT akan diumumkan sekitar bulan Maret 2018. “Kepada PPS, kami harapkan agar segera membentuk PPDP berbasis TPS,” demikian Sudirman.

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Hujan deras yang terjadi Selasa pagi menyebabkan terjadinya genangan air di Kelurahan Uma Sima Kecamatan Sumbawa, akibatnya puluhan rumah rerendam air.
Pantuan Gaung NTB, air naik setinggi lutut orang dewasa dan merendam sekitar 30 rumah penduduk yang berada di Lingkungan Bali atau disepanjang Jalan Manggis.
Ketua RT setempat, Ketut Darma Karsana, yang ditemui Gaung NTB, membenarkan kejadian tersebut, disampaikannya setiap kali ada hujan wilayah tersebut selalu terendam banjir teruma di kawasan Gang Manggis 3 dan 5.
Ditambahkannya, banjir tersebut merupakan kiriman dari bukit yang berada di sebelah Utara Kelurahan Uma Sima. dan juga diakibatkan oleh saluran yang berada di Jalan Gurami tidak berfungsi.
Menurutnya, setiap kali banjir yang datang dari bukit itu selalu membawa material dan material tersebutlah yang membuat saluran tersebut menjadi dangkal.
Oleh karena itu dia berharap, agar pemerintah memberikan solusi yang tepat terhadap apa yang dialami masyarakatnya, karena meski setiap tahun saluran tersebut dikerok namun tidak memberikan solusi karena genangan air tetap terjadi