Sungai Meluap, Pipa PDAM KSB Rusak

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sumbawa Barat (KSB) pada Minggu siang sampai Malam, tidak hanya menyebabkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Brang Rea, tetapi juga menyebabkan putusnya jaringan pipa induk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Brang Sepalung dan jembatan limpas Bangkat Monteh.
Putusnya jaringan pipa induk itu disebabkan meluapnya air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi. “Putusnya jaringan pipa induk ini terjadi pada Minggu malam dan menyebabkan suplai air ke dalam Kota Taliwang dan Brang Rea terganggu. Akibat kejadian ini PDAM mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta,” ungkap Direktur Utama PDAM KSB, Bambang ST, Senin (8/1).
Jaringan pipa induk yang putus adalah pipa ukuran 16 inch penyalur air dari intake di sungai Sepalung Bangkat Monteh yang menyuplai air ke dalam Kota Taliwang dan pipa berukuran 8 inch yang terpasang di Jembatan Limpas Bangkat Monteh yang menyuplai air ke Brang Rea.
Bambang menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan PDAM, mengingat kondisi ini menyebabkan terganggunya suplai air ke pelanggan. Untuk wilayah Brang Rea suplai air sementara disalurkan melalui pipa penyalur 6 inch, sedangkan untuk konsumen dalam Kota Taliwang kebutuhan air akan disuplai dari jaringan pipa Brang Ene, Banjar dan Seteluk.
Bambang mengakui langkah penanganan darurat ini tidak bisa maksimal menyuplai air kepada pelanggan. Namun sejauh ini upaya tersebut yang bisa dilakukan mengingat debit air sungai masih tinggi dan upaya perbaikan pipa belum bisa dilakukan.
“Saat ini petugas kami sedang melakukan pengecekan menyeluruh di lapangan untuk mengidentifikasi wilayah yang tidak mendapatkan suplai air bersih sama sekali. Wilayah yang tidak mendapat suplai air akan diatasi dengan mobil tanki,” jelas Bambang.
Terkait perbaikan kerusakan pipa yang terjadi, Bambang menyatakan belum bisa memastikan akan membutuhkan waktu berapa lama, mengingat kondisi cuaca dan air sungai yang masih belum memungkinkan.
“Kami terus berupaya melakukan langkah penanganan, paling tidak tetap ada suplai air ke pelanggan meskipun tidak maksimal. Kami mohon maaf kepada para pelanggan atas kondisi ini,” demikian Dirut PDAM.