Sunshine Engineering Tingkatkan Panen Petani Buah Naga

    Program Elektrifikasi Pertanian PLN membantu efisiensi kinerja pertanian

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas sektor pertanian dalam negeri melalui program Electrifying Agriculture.

    Dengan memanfaatkan listrik untuk merekayasa sinar matahari pada malam hari, petani buah naga di Lhokseumawe, Aceh berhasil meningkatkan hasil panennya sebesar 2,5 kali lipat menjadi 500 kilogram (Kg).

    Untuk mendukung petani, PLN memberikan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dengan bantuan ini, petani dapat mengubah daya dari 900 VA menjadi 4.400 VA untuk memenuhi kebutuhan listrik pertanian mereka.

    General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) PLN Aceh, Abdul Mukhlis berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani, terutama di masa pandemi Covid-19 yang belum mereda.

    “Ini merupakan program pendampingan bagi petani buah naga Bang Tani Jaya dan juga pemanfaatan teknologi Electrifying Agriculture untuk meningkatkan produktivitas pertanian khususnya buah naga,” ujar Abdul.

    Para petani mengapresiasi PLN. Bentuk bantuan tersebut dinilai sangat tepat, karena dampak penerapan Electrifying Agriculture langsung terasa.

    “Saya berterima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani buah naga,” ujar M Yani (40), salah satu petani buah naga yang mendapat bantuan dari program ini.

    Petani di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Dua ini mengatakan, metode penyinaran lampu LED listrik di lahannya berhasil dengan baik.

    Dengan luas lahan 1.200 meter persegi, petani buah naga dapat meningkatkan produksi tanaman hingga 500 Kg tanpa harus menunggu musim panen buah naga. Sebelumnya, tanpa listrik dari PLN, petani hanya mendapat 200 kg per panen.

    Yani menjelaskan bahwa buah naga merupakan buah yang tumbuh di daerah tropis. Sehingga dukungan penerangan pada malam hari sangat berguna untuk menjaga suhu di sekitar taman tetap terjaga. Selain itu, penyinaran juga dapat mencegah buah naga dari serangan serangga dan hama buah lainnya.

    Yani mengatakan ke depan akan dikembangkan kebun buah naga yang menggunakan program Electrifying Agriculture untuk mendukung perekonomian petani dan warga sekitar.

    “Kebun buah naga ini juga akan dijadikan sebagai tempat edukasi bagi para petani buah naga di kota Lhokseumawe, sekaligus sebagai tempat agrowisata kebun naga,” ujarnya.

    Selain Lhokseumawe, PLN juga menyerahkan bantuan dua unit Green House untuk tanaman Cherry Tomat dan Food Dehydrator kepada pengelola @KEBUNMint di Desa Neusu, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

    Sementara di Kota Langsa, PLN menyalurkan pompa air untuk kelompok tani di Desa Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, yang kesulitan irigasi karena topografi sumber airnya rendah.



    https://www.republika.co.id/berita/qzanql320/rekayasa-sinar-matahari-dongkrak-panen-petani-buah-naga