Survei Bank Indonesia: Aktivitas Usaha Triwulan I 2021 Meningkat

    Laporan Jurnalis Tribunnews, Bambang Ismoyo

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat aktivitas bisnis meningkat pada triwulan I-2021.

    Hal tersebut berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).

    Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan hal itu tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT). [1] 4,50 persen, meningkat dari -3,90% pada triwulan keempat tahun 2020.

    “Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang sudah positif, antara lain sektor pertambangan dan penggalian, pertanian, perkebunan, peternakan, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta sektor industri pengolahan,” jelas Erwin dalam keterangannya, Rabu. (14/4/2021).

    Baca juga: Bank Mandiri menerbitkan obligasi keberlanjutan senilai US $ 300 juta

    Ia melanjutkan, responden menyatakan peningkatan kinerja sektor pertambangan didorong oleh permintaan yang kuat.

    Sedangkan sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ditopang oleh musim panen utama komoditas tanaman pangan (tabama).

    Sementara itu, sektor manufaktur didorong peningkatan permintaan menjelang Ramadhan dan Lebaran.

    Baca juga: Digitalisasi Bank Mega Syariah, Siap Luncurkan M-Syariah dan Tabungan Digital Berkah

    Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi bekas tercatat sebesar 73,38 persen pada triwulan I 2021, meningkat dari pencapaian pada triwulan sebelumnya sebesar 71,96 persen.

    Terdapat pula indikasi bahwa penggunaan tenaga kerja membaik meskipun masih dalam fase kontraksi, dengan kondisi keuangan dunia usaha dalam kondisi normal.

    Baca juga: Ratusan ibu mendatangi bank tersebut untuk meminta kepastian Rp. 1,2 juta dana PNM

    Pada triwulan II-2021, responden memperkirakan kegiatan usaha akan semakin menguat dengan SBT 18,87 persen.

    “Berdasarkan sektor ekonomi, diperkirakan terjadi peningkatan di semua sektor ekonomi,” kata Erwin

    “Terutama sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan,” ujarnya.




    Source