Survei SMRC: 73 Persen Pendukung Anies Baswedan Menolak Bubarkan FPI

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan bahwa warga yang memilih Anies Baswedan sebagai calon presiden, mendukung PAN-PKS-PPP, bertempat tinggal di DKI Jakarta, dan etnis Betawi cenderung menolak keputusan pembubaran Front Pembela Islam. (FPI).

“Ini menunjukkan bahwa mereka yang tidak setuju dengan langkah pemerintah membubarkan FPI tahun lalu bisa diidentifikasi berdasarkan klaster tertentu,” kata pengelola program SMRC, Saidiman Ahmad.

Saidiman menyampaikan temuan tersebut dalam rilis virtual hasil survei online bertajuk “Sikap Masyarakat Nasional Terhadap FPI dan HTI”, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Survei: Suara AHY dan Anies Paling Tidak Setuju Larangan HTI & Pembubaran FPI

Survei skala nasional dilakukan pada 28 Februari – 5 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak. Margin kesalahan survei diperkirakan +/- 3,07 persen.

Survei SMRC ini menunjukkan bahwa secara nasional, dari total warga yang mengetahui FPI telah dibubarkan, sekitar 59 persen setuju dengan pembubaran FPI. 35 persen tidak setuju.

Analisis yang lebih dalam dilakukan oleh SMRC untuk mengungkap siapa yang mendukung dan tidak mendukung pembubaran tersebut.

Dilihat dari segi pilihan calon presiden, kecenderungan paling kuat untuk menolak pembubaran FPI datang dari warga yang mendukung Anies Baswedan.

Baca juga: Survei SMRC: Sebagian Besar Pemilih PKS Tidak Setuju Larangan HTI, Soal FPI. . .

Ada sekitar 73 persen pendukung Anies yang menyatakan menolak membubarkan FPI.

Di sisi lain, yang paling kuat mendukung pembubaran FPI adalah pendukung Tri Rismarini (86 persen) dan Ganjar Pranowo (80 persen).




Source