Tahun Ini Pemda Kucurkan Dana Krabat Rp 5 Miliar Bagi 25 Bumdes Satu Bumdes Dapat Rp 200 Juta

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran di desa, khususnya bagi petani miskin terus digalakkan oleh Pemda Kabupaten Sumbawa. Ini dibuktikan dengan dikucurkannya bantuan bersifat khusus bagi petani miskin dalam bentuk dana Kredit Sahabat (Krabat). Untuk tahun ini dana yang dikucurkan lewat APBD itu sebesar Rp 5 Miliar. Nantinya, dana tersebut bakal dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Tahun ini dana Krabatnya diberikan untuk 25 Bumdes. Satu Bumdesnya dapat bantuan Rp 200 juta. Mereka (Bumdes) belum pernah mendapatkan bantuan serupa dari pemda,” ungkap Kabid Pengembangan Usaha Ekonomi dan Kerjasama Antar Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Nurhikmah, SPt, MAP.
Dijelaskan Nurhikmah, dana Krabat yang dikelola oleh Bumdes ini bersifat digulirkan bukan dihibahkan. Artinya, dana dari pemda ini disalurkan kepada desa, yang selanjutnya didistribusikan ke Bumdes. Oleh Bumdes kemudian disalurkan kepada petani miskin dengan jangka waktu maksimal pengembalian selama 6 bulan. Petani yang meminjam kemudian mengembalikan lagi ke Bumdes, untuk dipinjam kembali oleh mereka (petani). “Maksimal pinjaman Rp 5 juta. Mungkin bulan Maret, dananya sudha bisa disalurkan ke desa. Sekarang kami sedang membuat SK penetepan desa penerima Dana Keuangan Berisfat Khusus (DKBK),” terangnya.
Salah satu tujuan diluncurkannya dana Krabat ini adalah untuk mewujudkan desa bebas rentenir.
Untuk diketahui, program Krabat ini sudah diluncurkan sejak tahun 2017 lalu. Dana yang sudah dikucurkan sebesar Rp 25 Miliar. Tahun 2017, sebesar Rp 15 Miliar, tahun 2018, Rp 5 Miliar dan tahun 2019 juga Rp 5 Miliar.
Sejak dikucurkan dana Krabat ini sudah menyentuh 126 desa di Kabupaten Sumbawa. Rinciannya tahun 2017, sebanyak 75 desa dan tahun 2018 sebanyak 26 desa dan tahun 2019, sebanyak 25 desa. Itu artinya, tinggal 31 desa saja yang belum kecipratan dana Krabat ini. “Insya Allah, tahun 2020 nanti, semua desa harus sudah mendapatkan dana Krabat ini,” ujarnya.
Sejak diluncurkan tambah Nurhikmah, dana Krabat ini memberikan dampak yang sangat baik bagi petani miskin, karena akses modal mereka semakin dekat. “Memang ada juga petani yang minjam tapi nda dikembalikan. Tapi mereka tetap dibina dan tunggakannya tetap ditagih,” tegasnya.