Take Make Waste Tidak Lagi Relevan, Pemerhati Lingkungan Bicara Tentang Ekonomi Sirkular

Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Produsen produk AMDK dinilai masih menggunakan kerangka lama yang menganut prinsip ekonomi linier yaitu take-make-waste atau mengambil hasil dan membuang sampah.

Konsep ekonomi linier yang telah berlangsung sejak revolusi industri dianggap sudah tidak berlaku lagi pada kondisi saat ini.

“Produsen harus beralih dari paradigma ekonomi linier ke paradigma baru dengan pendekatan yang lebih sistemik dan holistik yang mengarah ke ekonomi sirkular.”

“Paradigma linier sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan pada kondisi sekarang ini,” ujar pemerhati lingkungan Cynthia Permata Sari, S.Si., M.Ling. saat talkshow online bertemakan penolakan Galon Sekali Pakai baru-baru ini.

Baca juga: Wujudkan Pelabuhan Ramah Lingkungan, Kemenhub Gelar Forum Forum Ecoport Tanjung Priok

Apalagi, kata dia, pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 79 Tahun 2019 tentang Roadmap Pengurangan Sampah oleh produsen telah mewajibkan produsen untuk menyusun dan menyerahkan dokumen rencana pengurangan sampahnya.

Artinya, produsen kemasan plastik juga harus membuat konsep bisnis yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial (sustainable brand).

Para produsen tidak lagi hanya menghasilkan produk dan pemasaran yang baik, tetapi juga harus peduli terhadap lingkungan.

“Untuk itu, kita membutuhkan transisi menuju masa depan yang berkelanjutan yang terkait dengan sesuatu yang restoratif dan regeneratif yang mengarah pada ekonomi sirkular,” katanya.

Baca juga: Peringatan! Setiap tahun ada 67 juta ton sampah plastik

Ia mengatakan penerapan merek berkelanjutan dapat diwujudkan melalui triple bottom line, yaitu people (social equity), planet (eternal stewardship), dan profit (kemakmuran ekonomi).



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/07/take-make-waste-tak-lagi-relevan-pemerhati-lingkungan-singgung-ekonomi-sirkular