Taliban akan melakukan gencatan senjata selama libur Idul Fitri

Deklarasi gencatan senjata diumumkan dua hari setelah pemboman di dekat sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Kelompok Taliban mendeklarasikan gencatan senjata selama tiga hari di Afghanistan pada Senin (10/5). Gencatan senjata dilakukan saat hari raya Idul Fitri.

“Agar para mujahidin kembali memberikan suasana damai dan aman kepada rekan-rekan kami selama Idul Fitri, sehingga mereka dapat merayakan kesempatan yang menggembirakan ini, semua mujahidin diperintahkan untuk menghentikan semua operasi ofensif,” kata juru bicara Taliban Mohammad Naeem.

Deklarasi gencatan senjata diumumkan dua hari setelah pemboman di luar sebuah sekolah di bagian barat ibukota Afghanistan, Kabul. Pengeboman tersebut menewaskan sedikitnya 68 orang, sebagian besar pelajar. Ledakan itu juga melukai lebih dari 165 lainnya.

Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun pemerintah Afghanistan mencurigai bahwa kelompok Taliban berada di balik serangan bom di sekolah tersebut.

Naeem mengatakan Taliban telah diperintahkan untuk menghentikan semua operasi militer terhadap pemerintah Afghanistan. Namun menurut Naeem, mereka siap membalas jika diserang oleh pasukan pemerintah.

Faridoon Khwazoon, ketua Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional Abullah Abdullah, mengatakan partainya menyambut baik pengumuman gencatan senjata Taliban. Sementara itu, juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani belum mengomentari gencatan senjata tersebut.

Kabul berada dalam siaga tinggi sejak Washington mengumumkan rencana untuk menarik semua pasukan AS pada 11 September. Para pejabat Afghanistan mengatakan Taliban meningkatkan serangan di seluruh negeri setelah Washington mengumumkan penarikan pasukan.

sumber: Reuters




Source