Taliban Ancam Perempuan Afghanistan, Aktivis: Saya Menangis dan Takut

    TRIBUNNEWS.COM, AFGHANISTAN- Sejumlah wanita Afghanistan mengatakan keluarga konservatif mereka telah menekan mereka untuk meninggalkan pekerjaan mereka dan setuju untuk dijodohkan.

    “Mereka mengatakan kepadaku bahwa kamu harus menikah,” kata Samira.

    Dia adalah seorang aktivis hak-hak perempuan yang meminta disebutkan namanya karena masalah keamanan.

    “Saya menangis dan takut,” katanya dalam pesan WhatsApp (WA) yang menggambarkan masa depannya di bawah Taliban sangat gelap.

    “Hatiku hancur,” katanya.

    Samira (32) mengatakan saat kabur dari rumah dari kantornya dengan berjalan kaki, Minggu (15/8/2021).

    Dia mengenakan setelan jas tanpa jilbab dan dihadang oleh pejuang Taliban.

    “Kamu sudah selesai!” dia mendengar mereka berteriak saat dia menyuruhnya pulang.

    Baca juga: Taliban Buka Suara Tentang Hak Perempuan Dan Kekhawatiran Dunia Akan Balas Dendam

    Dia bersembunyi bersama keluarganya, menghapus foto-fotonya dari media sosial jika Taliban mencari sasaran.

    “Saya berjuang untuk menemukan cara untuk melindungi diri saya sendiri,” katanya.



    https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/19/taliban-tebar-ancaman-kepada-wanita-afghanistan-aktivis-saya-menangis-dan-takut