Taliban Bunuh Juru Bicara Perlawanan di Panjshir

    Sebelum dibunuh Dashty sempat men-tweet tentang milisi Taliban yang dihantam.

    REPUBLIKA.CO.ID, KABUL — Taliban berhasil membunuh juru bicara kelompok Front Perlawanan Nasional Afghanistan (FPNA) Fahim Dashty. Saat ini kedua belah pihak terlibat dalam pertempuran di Lembah Panjshir.

    “Dengan sentuhan dan penyesalan yang dalam, kami kehilangan dua saudara, kolega, dan pejuang tersayang hari ini. Fahim Dashty, kepala kantor Amir Saheb Ahmad Massoud, dan Jenderal Sahib Abdul Wudod Zara, keponakan pahlawan nasional Afghanistan dalam pertempuran melawan kelompok fasis. Selamat atas kesyahidanmu!” kata FPNA dalam sebuah pernyataan melalui akun Facebook mereka, Senin (6/9).

    Ahmad Massoud adalah pemimpin FPNA atau aliansi utara. Sehari sebelum pengumuman kematiannya, Fahim Dashty telah mengumumkan bahwa FPNA telah berhasil mengusir anggota Taliban dari Lembah Panjshir.

    “Setidaknya 1.000 teroris (Taliban) terjebak karena penghalang jalan, semua penyerang yang melarikan diri dan mundur terbunuh, menyerah atau ditangkap oleh penduduk setempat dengan bantuan pejuang (FPNA),” kata Dashty melalui akun. Indonesia pribadi.

    Berlawanan dengan deskripsi Dashty, Taliban justru mengklaim telah memenangkan pertempuran di Lembah Panjshir. Taliban bahkan mengklaim telah berhasil menguasai wilayah tersebut. “Provinsi Panjshir sepenuhnya jatuh ke tangan Imarah Islam Afghanistan,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

    Terlepas dari klaim bersama, Ahmad Massoud sebagai pemimpin FPNA menawarkan pembicaraan damai kepada Taliban. Dia mengatakan bahwa jika Taliban menarik anggotanya dari Lembah Panjshir dan Andarab, seperti yang diminta oleh para ulama Afghanistan, FPNA siap untuk berdialog.

    “FPNA siap untuk segera mengakhiri perang untuk mencapai perdamaian abadi, jika Taliban mengakhiri operasi militer mereka di Panjshir dan Andarab, dan berharap untuk mengadakan pertemuan komprehensif dengan para intelektual dan reformis untuk melanjutkan pembicaraan,” kata Massoud.

    Menurut dia, FPNA berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan dengan Taliban secara damai sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan moral, dan percaya bahwa mereka dapat bernegosiasi secara damai dengan Taliban dan serikat pekerja dan kelompok lain yang mewakili rakyat Afghanistan dalam berbagai cara.



    https://www.republika.co.id/berita/qz0gqs377/taliban-bunuh-jubir-perlawanan-di-panjshir