Taman Margasatwa Cikembulan Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Satwa

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT — Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang akan diterapkan di Kabupaten Garut akan berdampak pada operasional Taman Margasatwa Cikembulan. Selama PPKM darurat, kebun binatang tidak akan beroperasi.

Manajer Operasional Taman Margasatwa Cikembulan Rudi Arifin mengatakan penutupan operasional kebun binatang akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pakan ternak. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan hewan selama ini mengandalkan pemasukan dari tiket pengunjung.

“Sejauh ini kondisi ternak masih baik. Kami masih bisa menggunakan simpanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan pangan selama PPKM,” ujarnya saat dihubungi Republika, Jumat (2/7).

Menurut dia, penghematan pengelolaan yang ada setidaknya bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak hingga akhir Juli. Namun, jika PPKM diperpanjang, ia mengaku belum memiliki cara untuk memenuhi kebutuhan pakan ke depan. Apalagi, penghematan manajemen tidak hanya ditujukan untuk pakan ternak, tetapi juga untuk gaji karyawan.

Oleh karena itu, Rudy mengajak masyarakat yang peduli terhadap satwa untuk berdonasi ke Taman Margasatwa Cikembulan guna memenuhi kebutuhan pangannya. Karena kebutuhan pakan ternak tetap sama setiap harinya, meski Taman Margasatwa Cikembulan tutup.

“Kami membuka donasi kepada orang-orang yang peduli dengan hewan. Karena mereka juga hewan milik negara,” katanya.

Rudi menjelaskan, masyarakat yang ingin berdonasi bisa langsung datang ke Taman Margasatwa Cikembulan yang terletak di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Pihaknya juga akan menyebarluaskan undangan donasi hewan melalui media sosial.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan terobosan dengan menggandeng salah satu supermarket di Kabupaten Garut. Sebab, biasanya di supermarket ada retur buah dan sayur.

“Bukan berarti sampah dan akan kita pilih. Soalnya, jenis hewan tertentu masih bisa dikonsumsi. Misalnya landak, dia makan apa saja.

Rudi menjelaskan, tingkat kunjungan ke Taman Margasatwa Cikembulan selama tahun 2021 masih tergolong rendah. Sebab, masyarakat masih takut keluar rumah.

Menurutnya, kunjungan ke Taman Margasatwa Cikembulan selama tahun 2021 akan turun sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan kunjungan ke kebun binatang tersebut dinilai terjadi saat libur lebaran. Namun, sejak Senin (28/6) Taman Margasatwa Cikembulan ditutup karena termasuk kecamatan zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19.

Meski begitu, Rudi menjelaskan, sejauh ini satwa di Taman Margasatwa Cikembulan masih dalam kondisi baik. “Sekarang ada 445 hewan. Saat pandemi ada kematian dan kelahiran, itu dinamis. Tapi tidak ada hewan yang mati kelaparan,” katanya.

https://repjabar.republika.co.id/berita/qvm0jb327/taman-satwa-cikembulan-ajak-masyarakat-berdonasi-untuk-satwa