Tambak Udang Vaname Kalteng Diprediksi Raih Pasar Global

    Gubernur Kalteng optimis tambak udang Kalteng bisa panen pada 2022

    REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA — Percepatan pembangunan tambak udang vaname atau perkebunan udang di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalimantan Tengah) dengan lokasi tahap pertama Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara menjadi salah satu terobosan Gubernur Sugianto Sabran untuk memulihkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Diharapkan tambak udang ini dapat merebut pasar global.

    Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Kamis (3/9), mengatakan pembangunan daerah itu perkebunan udang Hal ini sangat tepat karena didukung oleh potensi kelautan dan perikanan Kalimantan Tengah yang memiliki garis pantai sekitar 703,91 kilometer (km) dan potensi laut seluas 94.500 kilometer persegi yang terletak di tujuh kabupaten pesisir yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa.

    “Standar keberhasilan pembangunan perkebunan udang bagi kami, tidak hanya agar masyarakat lokal dapat bersaing di industri perikanan nasional, tetapi juga berkontribusi dan bersaing untuk memenangkan pasar internasional, terutama pasar China, Jepang, dan Amerika Serikat,” ujarnya.

    Potensi kelautan Kalimantan Tengah sangat besar, khususnya perikanan. Ini harus dimaksimalkan untuk menggerakkan perekonomian. Pemilihan Sukamara sebagai lokasi tambak udang tahap I sangat tepat mengingat kabupaten ini memiliki garis pantai sekitar 77,48 km, dengan tambak eksisting seluas 832 ha dan dengan potensi rencana pengembangan. perkebunan udang mencapai 1.999 hektar.

    Pemprov Kalteng juga telah menggelar rapat pada Rabu (1/9), yang melibatkan perangkat daerah terkait, Bank Kalteng dan pihak ketiga sebagai langkah percepatan pembangunan. perkebunan udang NS. “Perkembangan perkebunan udang Diharapkan menjadi model nasional yang berdampak pada pertumbuhan pelaku usaha budidaya udang vaname di Kalteng,” harapnya.

    Pada akhirnya banyak memberikan dampak positif, seperti mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pendapatan para pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir. Tidak kalah pentingnya adalah penyerapan tenaga kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah provinsi.

    Program perkebunan udang Lahan seluas 40 hektar yang ingin dikembangkan Pemprov juga dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata dan industri perikanan dengan fasilitas lengkap yang akan dibangun, antara lain lima cluster tambak, irigasi tambak, IPAL, lap kesling, pabrik pakan dan lain-lain. . Ia juga menjelaskan, program ini akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu, sehingga dari hulu ke hilir, sektor lain tumbuh dan berkembang secara beriringan.

    “Ini akan memiliki nilai tambah yang signifikan,” kata Sugianto Sabran penuh optimisme.

    Lebih lanjut dia mengungkapkan, Dinas Kelautan dan Perikanan bersama pejabat daerah terkait dan instansi lain telah diminta untuk segera melengkapi dokumen tersebut. Desain Investigasi Survei (SID) dan Detail Desain Rekayasa (DED) Perkebunan Udang Kalimantan Tengah. Pengelolaan perkebunan udang Ini akan melibatkan Perusda, UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Kumai, Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Pandaran, Kelompok Budidaya Ikan dan PKK.

    “Saya optimis 2022 perkebunan udang Kalteng sudah panen pertama dan kita berharap pada waktunya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” kata Sugianto Sabran.

    Program ini juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian terkait.

    sumber: antara



    https://www.republika.co.id/berita/qyu6f4423/tambak-udang-vaname-kalteng-diharapkan-rebut-pasar-global