Tanggapan Wakil Jendral NasDem soal kader akan di-reshuffle dari Kabinet

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Chaerul Umam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masalah perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini mengemuka.

    Kabarnya, menteri dari Partai NasDem itu akan dievaluasi dan masuk dalam daftar untuk di-reshuffle dalam waktu dekat.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPP Partai NasDem Ahmad Ali menegaskan, NasDem tidak membahas perombakan yang marak pemberitaan di internal.

    “Reshuffle itu kewenangan presiden. Khususnya kita tidak tahu kapan reshuffle akan atau tidak.

    Baca juga: Jangan sampai membuat kerusuhan, Ketua DPD RI yakin presiden akan merombak kabinet sesuai kebutuhannya

    Di NasDem, kami tidak pernah membicarakannya, “kata Ali kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

    Terkait kedatangan Rapsel Ali yang merupakan menantu Wakil Presiden Ma’ruf Amin ke Istana, Jumat (16/4), menurut Ali bisa saja datang sebagai Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI).

    Baca juga: Isu Perombakan Kabinet Semakin Kuat, 2 Pengamat Ini Menilai Posisi Nadiem Makarim Layak Diganti

    Namun, belakangan kehadiran Rapsel dikaitkan dengan rencana reshuffle kabinet.

    Ahmad Ali mengatakan itu urusan pribadi Rapsel.

    “Kami juga tidak tahu peran apa dia (Rapsel Ali) di istana, dalam urusan IMI, urusan apa, kami tidak tahu. Akibatnya yang muncul hanya spekulasi saja,” kata Ali.

    Namun, jika pertemuan Rapsel dan Presiden Jokowi membahas perombakan kabinet, Ahmad Ali menilai itu hak pribadi.

    Baca juga: Perombakan harus didasarkan pada saling menguntungkan, bukan hanya berbagi posisi

    “Tapi kalau dipanggil untuk urusannya dalam konteks ini (reshuffle), menurut saya bagi NasDem itu kan hak pribadi. Siapapun bisa bertemu Presiden ya?

    Tapi NasDem tidak pernah mendorong kader, menawar kader untuk satu posisi, ”pungkas Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini.

    Diketahui, NasDem kini memiliki tiga jabatan menteri di kabinet, yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

    Baca juga topik perombakan kabinet




    Source