Tantangan yang Dihadapi Teknologi dalam Pendidikan Indonesia

    Tantangan pertama adalah kesenjangan teknologi antara sekolah di kota-kota besar dan daerah

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) berbagi sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan. Setidaknya, ada empat kendala yang harus dipecahkan agar teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan.

    Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Sub Koordinator Desain Aplikasi Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Arif Darmawan, menjelaskan tantangan pertama, yakni kesenjangan teknologi antar sekolah di kota besar dan daerah. Ketimpangan ini sangat terasa, tidak hanya dari segi infrastruktur internet tetapi juga kualitas teknologi informasi.

    “Koneksi internet sudah mengarah ke 5G (sinyal) sekarang, tapi bapak ibu juga harus sadar, daerah terpencil di sana, di daerah tertentu, ada yang bisa disebut 3G, 2G, bahkan 1G. Itu realitanya seperti itu,” kata Arif, dalam webinar Digitalisasi Sekolah: Tantangan, Peluang, dan Terobosan, Jumat (11/6).

    Tantangan berikutnya adalah keterbatasan kompetensi guru. Arif mengatakan, jika semua komponen teknologi informasi dilengkapi di sekolah, tetapi gurunya tidak siap, tidak akan berfungsi. Artinya, komponen lainnya akan timpang.

    “Jadi satu” laboratorium komputer, ada puluhan laptop, koneksi internet melimpah, tetapi SDM-nya tidak memiliki kompetensi,” ujarnya lagi.

    Masalah berikutnya adalah keterbatasan sumber daya untuk penggunaan teknologi pendidikan. Ini lebih kepada sumber daya lain seperti internet, kuota terbatas, serta infrastruktur internet dan teknologi informasi.



    https://www.republika.co.id/berita/quja4w423/tantangan-menghadapi-teknologi-di-pendidikan-indonesia