Target Vaksinasi Eropa Bisa Ditunda Hingga Akhir Tahun

    Kemunduran untuk target vaksinasi Eropa karena penghentian penggunaan Astrazeneca.

    REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS – Uni Eropa dapat kehilangan target vaksinasi 70 persen orang dewasa terhadap Covic-19 di musim panas selama berbulan-bulan. Ini karena penangguhan vaksin dan perubahan peluncuran di negara anggota.

    Sejumlah negara telah berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca yang menjadi andalan Eropa dalam mencapai tujuannya. Penghentian dilakukan setelah European Medicines Agency (EMA) mengumumkan kemungkinan hubungan antara vaksin dan bentuk bekuan darah yang langka.

    Johnson & Johnson kemudian menunda peluncuran vaksinnya di Eropa di tengah laporan pembekuan darah di AS, yang sedang diselidiki.

    Tanpa gabungan kedua vaksin tersebut, Uni Eropa dapat melihat tanggal targetnya kembali ke 8 Desember, menurut perkiraan terbaru dari firma analisis sains Airfinity.

    “Mereka sangat bergantung pada Johnson & Johnson, mereka mendapatkan 200 juta dosis untuk dipesan dan ini adalah vaksin suntikan tunggal,” kata analis senior Airfinity, Matt Linley, seperti dikutip Euronews, Selasa (20/4).

    “Jika mereka tidak menggunakan Johnson & Johnson, itu bisa mendorong mereka kembali ke akhir tahun,” tambahnya.

    Perusahaan menggunakan ratusan sumber termasuk situs web pemerintah, laporan media, dan siaran pers untuk mengumpulkan data, sebelum analis membuat proyeksi.

    Linley mengatakan skenario kasus terbaik untuk Uni Eropa adalah melihat 70 persen orang dewasa divaksinasi di musim panas, menggunakan suntikan AstraZeneca, dan Johnson & Johnson yang ada.

    “Tidak banyak peluang bagi mereka untuk memajukan tanggal, dan ada banyak peluang untuk didorong mundur,” katanya.

    Johnson & Johnson telah disetujui oleh EMA tetapi belum diluncurkan, dengan EMA sekarang meninjau keamanan vaksin. Ini mengikuti beberapa penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca di UE, serta penundaan peluncurannya dengan negara-negara yang mengubah demografi siapa yang harus diberi suntikan.

    Menurut Airfinity, ada hampir 20 juta suntikan vaksin yang telah didistribusikan di UE, tetapi belum digunakan.




    Source