TBM Mandiri Desa Jotang, Menyebarkan Virus Literasi di Tengah Pandemi

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Ditengah pandemi, aktivitas literasi di Taman Baca Masyarakat (TBM) Desa Jotang Kecamatan Empang tetap berlangsung semarak tentunya sesuai dengan protokol kesehatan. Sebelum memulai bacaan anak-anak yang datang ke TBM diminta untuk cuci tangan yang telah disediakan serta tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Setiap anak antusias dan semangat mengikuti program literasi di TBM. Hal itu karena setelah membaca anak-anak akan mendapatkan makanan dan kudapan gratis seperti mie kuah, snack dan minuman.

Kehadiran TBM juga membawa inspirasi bagi mahasiswa KKN dari Universitas Mataram dan UIN Mataram yang bisa ikut membantu, menjadi mentor, dan memfasilitasi program seperti laskar literasi yaitu penguatan kemampuan membaca, menulis, dan pendidikan karakter, bercerita (story telling) bagi anak Paud/TK dan SD, menggambar dan mewarnai bagi anak Paud/TK, belajar berbicara ditempat umum (Publik speaking) bagi anak SD, mengaji (yasinan setiap malam jum’at).

“Itulah kegiatan yang setiap hari kami lakukan, tidak terbatas di desa jotang saja pesertanya juga dari desa lain di kecamatan empang, kami juga membina perpustakaan-perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah di kecamatan empang” Demikian disampaikan Edy Sofiyan kepada Gaung NTB minggu (5/7).

Disebutkan, kegiatan TBM berhasil dilakukan berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak khususnya orangtua siswa, yang telah memberikan kesempatan dan tanggung jawab untuk mendidik, membersamai dan memberikan motivasi kepadanya agar selalu semangat.    

Berangkat dari hobi membaca, suka membeli buku dan semangat meningkatkan budaya baca masyarakat, Edy Sofyan bersama sang istri Nurmatasia SOd seorang guru SD mulai membangun TBM. Keduanya mengumpulkan koleksi buku bacaan pribadi pada tahun 2008 hingga menyewa ruko sebagai tempat PKBM (Pusat kegiatan belajar masyarakat) dan TBM sekaligus untuk tempat pengetikan serta perbaikan komputer.

“Kami memiliki 2000 buku koleksi pribadi, jenisnya macam-macam seperti buku ilmu pengetahuan, novel, majalah, kemudian karena bukunya sudah banyak kami ingin agar masyarakat bisa membaca buku yang kami miliki itulah kisah awal TBMnya” kata Edy sofiyan.

Berkat bantuan dari donatur, koleksi buku di TBM semakin bertambah antara lain koleksi buku dari donasi pegiat literasi free cargo literasi 5000 eks, koleksi pribadi 2000 eks,  donasi Kominfo 200 eks,  Donasi kemdikbud 100 eks, donasi INOVASI buku bacaan anak 108 eks, 1500 eks buku modul pembelajaran keaksaraan dan kesetaraan paket A,B dan C, donasi dari arpusda kabupaten sumbawa 100 eks buku agama dan 50 eks dari arpusda NTB.

Menurutnya, keberhasilan mendapatkan donasi buku dari donator berkat kegigihannya dengan membuat proposal dan mengajukan kepada donatur, selain itu juga program TBM yang sangat bermanfaat dirasakan masyarakat menjadikan donatur memberikan kepercayaan berupa donasi buku kepadanya. Kedepan TBM ini bisa menjadi contoh kampung literasi di Sumbawa mengingat budaya baca masyarakat masih sangat rendah.

Karena prestasinya, TBM ini pernah menjadi Finalis pengelola IT tingkat nasional di semarang tahun 2008 pada acara jambore 1000 PTK-PNF. Selain itu, juga menjadi finalis pengelola TBM tingkat nasional tahun 2017 di bengkulu pada acara apresiasi GTK berprestasi dan tahun 2019 finalis tingkat nasional pengelola TBM di bangka belitung  pada acara  apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS.

Edy Sofiyan berharap, semoga kedepan masyarakat menjadi berbudaya baca, sehingha dapat meningkatkan hidup dan kehidupannya. (Gks)