Tega, Remaja 17 Tahun Cabuli Bocah 5 Tahun

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Perbuatan menyimpang dengan melakukan pelecehan seksual (Cabul) terhadap anak dibawah umur kini kembali terjadi diwilayah hukum KSB, kali ini seorang remaja berinitial Sl (17) asal KSB masih berstatus anak-anak, tega mencabuli seorang bocah perempuan anak ingusan yang baru berumur 5 tahun 8 bulan, dan kini berkas perkara dari kasus memilukan itu, oleh tim Jaksa Penuntut Umum telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, dengan agenda persidangannya akan digelar Rabu mendatang.

Jaksa Indah Pujiati SH yang dipercayakan menangani kasus tersebut dalam dakwaannya mengungkapkan kasus dugaan tindak pidana persetubuhan (cabul) terhadap anak dibaah umur, yang melibatkan tersangka/terdakwa anak berinitial Sl tersebut terjadi pada hari Senin 31 Desember 2018 lau sekitar pukul 09.00 Wita bertempat di TKP rumah korban yang berada diwilayah Kecamatan Taliwang KSB, berawal ketika itu lelaki Sl remaja putus sekolah ini bertandang kerumah korban untuk bermain catur dengan kakak (saudara) korban anak sebut saja “Bunga” bukan nama sebenarnya.

Disaat kedua orang tua korban pergi keluar rumah, lantas kakak korbanpun keluar sebentar ke kios untuk belanja, entah syetan apa yang mempengaruhi tersangka, melihat suasana rumah dalam keadaan sepi, ketika melihat korban anak sedang tidur justru tubuh korban digerayangi dengan menyentuh bagian terlarang korban menggunakan jarinya, untuk kemudian menyetubuhi korban, dimana kasus tersebut terbongkar setelah korban anak menuturkan apa yang dialaminya dengan polos kepada orang tuanya, dan bagaikan disambar petir disiang bolong tentu orang tua dan keluarga korban menjadi kaget, sehingga tana menunggu lama kasus inipun segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib, dan tanpa ampun pelakunyapun segera diamankan aparat Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Akibat perbuatan tindak pidana yang dilakukan tersangka (terdakwa), Jaksa menjeratnya dengan pelanggaran Pasal 81 ayat (1) UU No 35 Taun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, dengan ancaman pidan badan dan denda cukup berat.