Teknologi IoT untuk Manajemen Listrik

Teknologi IoT mengintegrasikan proses operasional kelistrikan dan layanan pelanggan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – PT Muba Electric Power (MEP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola listrik untuk konsumen di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, telah menggunakan aplikasi Muba Electric Smart.

Aplikasi ini menggunakan meteran pintar dua arah sehingga selain mengubah pola pelanggan pascabayar menjadi prabayar, program ini juga memungkinkan penggunaan listrik dapat diketahui publik baik oleh penyedia listrik maupun pelanggan.

“Lebih dari 48 ribu pelanggan yang tersebar di 12 kecamatan telah bermigrasi dari Kwh analog ke Kwh meteran pintar,” kata Direktur PT MEP, Augie Bunyamin, dalam siaran persnya, Minggu (1/8).

Dengan meteran pintar Menurut Augie, hal ini antara lain memberikan sejumlah kemudahan metode pembayaran dan kepastian biaya yang dibayarkan pelanggan. Selain itu, juga mencegah penyalahgunaan akses dan distribusi tenaga listrik, serta mengurangi tunggakan tagihan pelanggan.

Untuk sistem prabayar, lanjutnya, sistem pembayaran terhubung melalui aplikasi di perangkat mobile yang dikelola PT Miota Internasional Teknologi (MIT). Perusahaan ini bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BRI.

Augie Bunyamin, mengatakan melalui aplikasi Muba Listrik Cerdas, pelanggan dapat memantau dan mengontrol tingkat konsumsi listrik setiap hari melalui aplikasi. Augie diyakini akan memberikan dampak positif berupa pengurangan tunggakan pembayaran.

Augie menjelaskan, MEP merupakan satu-satunya BUMD di Indonesia yang bekerjasama dengan PT Miota Internasional Teknologi dalam pemanfaatan teknologi IoT pada aplikasi listrik pintar ini. Penggunaan teknologi smart electric city dalam penyaluran listrik yang dikelola MEP merupakan inovasi untuk menyongsong revolusi digital 4.0.

Chief Strategic Officer/CSO PT Miota Internasional Teknologi Asto Subroto mengatakan, keunggulan IoT bagi MEP adalah mengintegrasikan proses operasional kelistrikan dan layanan pelanggan. Sedangkan bagi pelanggan, lebih mudah untuk mengontrol penggunaan dan pembayaran listrik. Perusahaan penyedia IoT yang berdiri sejak 2018 ini menggandeng mitra untuk menyediakan layanan IoT di bidang energi.

“Salah satu pendorong penerapan teknologi IoT di industri energi adalah perlunya menjalankan perusahaan energi dengan penggunaan dan pengelolaan yang lebih efisien. Data yang dikumpulkan melalui teknologi IoT akan membantu industri ini untuk meningkatkan kualitas layanan, produktivitas, dan efisiensi,” kata Asto.

Aplikasi listrik pintar atau smart metering ini, kata Asto, merupakan inovasi yang diciptakan perusahaannya yang mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi listrik. “Penerapan penerapan ekosistem IoT memudahkan perusahaan swasta nasional dan multinasional, BUMN, dan BUMD untuk mengelola kelistrikan di era digitalisasi dan Industri 4.0,” ujar Asto yang juga pendiri Miota.

Ke depan, lanjut Asto, penggunaan IoT di bidang kelistrikan akan semakin menarik dan menjadi solusi bagi penyedia dan pelanggan listrik. Pemanfaatan IoT mampu menjadi tulang punggung dalam mendorong transformasi digital di sejumlah sektor di masa pandemi Covid-19.



https://www.republika.co.id/berita/qx68l2318/teknologi-iot-untuk-pengelolaan-kelistrikan