Tentang Jaringan Puluhan Tersangka Teroris dari Jakarta, Polri: Nanti Pengadilan Akan Dibuka

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Igman Ibrahim

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi masih enggan mengungkap jaringan puluhan terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Polri di Jakarta dan sekitarnya.

    Seperti diketahui, polisi sebelumnya menduga puluhan terduga teroris itu tidak terkait dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiah (JI).

    “Biarkan saja semua prosesnya berjalan, tentu saja akan dibawa ke pengadilan. Nanti di persidangan akan jelas kelompok mana, apa yang sudah mereka lakukan, dan apa yang mereka rencanakan,” kata Karo Penmas, Polsek. Divisi Hubungan Brigjen Pol Rusdi Hartono. kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

    Baca juga: Dibantu mantan narapidana teroris, Ketua DPD RI berharap milenial tidak salah paham jihad.

    Namun, Polri tak memungkiri sejumlah rekam jejak puluhan tersangka teroris tersebut.

    Namun, ia tetap menghormati prinsip praduga bersalah.

    “Sekali lagi, Densus sudah mendapat catatan lengkap tentang kelompok ini. Namun di sisi lain, tentu Polri menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Tentu nanti di pengadilan akan menjawab semua itu dengan jelas,” ujarnya.

    Baca juga: Densus 88 menangkap 6 terduga teroris di Makassar yang tergabung dalam Grup WA yang disebut Batalyon Iman

    Sebagai informasi, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap sedikitnya 12 terduga teroris di Jakarta dan sekitarnya.

    Semuanya merupakan rombongan yang dipimpin oleh seorang Habib di Condet, Jakarta Timur.

    Baca juga: Polisi: 12 Teroris Diduga Ditangkap di Jakarta Belum Berafiliasi dengan JAD dan Jemaah Islamiah

    Densus 88 juga menetapkan 6 orang sebagai buronan yang belum tertangkap.

    Mereka adalah ARH, YI, S, SA, SB dan SN.

    Semua diketahui telah merakit bahan peledak atau bom menggunakan aseton peroksida sebagai bahan bakunya.
    Mereka juga mengincar sejumlah poin dalam aksi teror mereka.




    Source