Terapkan Digitalisasi, Operasi Chevron Hemat Rp 1,4 Triliun

    Melalui digitalisasi, Chevron bisa mengurangi potensi kehilangan 40 persen produksi minyak

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengadopsi teknologi digital untuk mendorong aktivitas operasional perusahaan. Penerapan teknologi digital juga berdampak signifikan.

    Direktur Utama CPI Albert Simanjuntak mengatakan sepanjang 2020, Chevron mencatatkan nilai keuntungan lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun dengan penerapan digitalisasi. Selain itu, dalam tiga tahun terakhir Chevron juga mampu mengurangi potensi kerugian produksi minyak (LPO) hingga 40 persen.

    “Dengan menerapkan digitalisasi dan didukung keunggulan fungsional sumber daya manusia di setiap aspek operasional, Chevron menuai manfaat dari prinsip big data is the new oil,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/4).

    Menurutnya, data memberikan nilai yang luar biasa ketika diolah menjadi informasi yang bermakna untuk membantu pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Alhasil, meski tidak ada program pemboran pada 2019 dan 2020.

    “Chevron dengan digitalisasi masih mampu melampaui target produksi tahunan dengan potensi kerugian produksi / LPO terendah,” ujarnya.

    Albert menjelaskan penerapan digitalisasi di Chevron setidaknya memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan, pengurangan, optimalisasi kapabilitas fasilitas produksi, dan peningkatan efisiensi.

    “Digitalisasi Chevron merupakan perjalanan panjang dari pemanfaatan teknologi dan data untuk meningkatkan kinerja bisnis,” ujarnya.

    Pada tahun 1997, sekitar 50 sumur produksi pertama kali dipasang Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dan dihubungkan dengan sistem IT. Pemasangan SCADA di sumur produksi terus ditingkatkan.




    Source