TERBUKTI SELINGKUH, DUA OKNUM PNS DIHUKUM 6 BULAN PENJARA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdiri dari perempuan berinitial EL (34) yang bekerja disebuah Instansi Pemda Sumbawa yang beralamat di BTN Bukit Permai Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa dan lelaki berinitial AMA (35) yang bekerja disebuah Instansi di KSB yang beralamat di Dusun Mandar Desa Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk KSB pada sidang Rabu (07/09) sore dijatuhi hukuman pidana masing-masing selama 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar diketuai Hj Sri Sulastri SH MH.
Bersama hakim anggota Hari Suprianto SH MH dan Faqihna Fiddin SH, Sri Sulastri menyatakan keduanya terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perselingkuhan –yakni seorang pria yang telah kawin dengan melakukan gendak (Overspel) padahal diketahui wanita tersebut telah kawin pula, sebagaimana diatur dalam Pasal 284 ayat (1) huruf (b) KUHP.
Majelis hakim dalam amar putusan pidananya sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Dina Kurniawati SH tentang perbuatan tindak pidana yang dilakukan oleh kedua terdakwa EL dan AMA (berkas perkara split, Red). Dengan memperhatikan fakta yang terungkap dari keterangan sejumlah saksi khususnya keterangan suami perempuan EL, keterangan kedua terdakwa dan sejumlah barang bukti yang diajukan, perselingkuhan itu telah terbukti terjadi pada hari Minggu 20 Maret 2016 lalu sekitar pukul 03.15 Wita bertempat di TKP sebuah kos-kosan yang berada di RT 02 RW 07 Lingkungan Kemuter Telu Kelurahan Menala Kecamatan Taliwang KSB.
Perbuatan bejat itu terjadi berawal ketika itu tahun 2015 oknum PNS berinitial EL sama-sama bekerja dengan oknum PNS berinitial AMA disebuah Dinas Instansi di KSB sehingga benih cinta bersemi diantara keduanya kendati perempuan EL memiliki suami sah yang dinikahinya 11 Agustus 2007 sesuai dengan kutipan akta nikah hingga dikaruniai seorang anak, namun karena lelaki AMA duda tanpa anak ini telah terlanjur kepincut cinta keduanyapun pacaran, dan kebetulan ketika itu 19 Maret 2016 lalu itu perempuan EL sedang pisah ranjang dengan suaminya bersepakat bertemu dengan lelaki AMA hingga menginap di kos-kosan sang pacar.
Saat kedua insan sedang asyik tidur berduaan di dalam kamar kosnya hingga melakukan perbuatan layaknya suami istri dilakukan tak diduga suami perempuan EL datang bersama Ketua RT, anggota Satpol-PP dan anggota Polsek setempat mencari keberadaan EL. Setelah mendapat izin dari lelaki AMA akhirnya suami EL bersama aparat masuk ke dalam kamar kost dan mendapatkan perempuan EL bersembunyi didalam lemari pakaian dengan menggunakan baju daster. Setelah tertangkap basah itu itu keduanyapun digelandang dan diamankan pihak Kepolisian.
Atas putusan hakim tersebut kedua terdakwa diberi kesempatan berpikir selama seminggu untuk menentukan sikap apakah menyatakan menerima ataukah menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi NTB. Jika sampai dengan tenggat waktu tidak menentukan sikap maka diperintahkan kepada Jaksa untuk segera melakukan eksekusi dengan menjebloskannya ke hotel prodeo Rutan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa. Sementara Jaksa menyatakan pikir-pikir atas putusan yang lebih ringan dua bulan dari tuntutan pidanan sebelumnya.